Jumat, 03 Februari 2012

Kemarahan itu memuncak.

   Kemarahan itu pada akhirnya memuncak, Meledak hingga mengeluarkan luapan-luapan emosi yang tak terkendalikan. dan Laju menerobos benteng-benteng kesabaran. Ia terus sja berceloteh sepanjang jalan, hanya sekedar mengeluarkan babibu' nya yang tak jelas, sebagai bentuk dari kemarahannya.
Share:

Kamis, 02 Februari 2012

Money can buy a house, but not a home.
Money can buy a bed, but not sleep.
Money can buy a clock, but not time.
Money can buy a book, but not knowledge.
Money can buy food, but not an appetite.
Money can buy position, but not respect.
Money can buy blood, but not life.
Money can buy medicine, but not health.
Money can buy insurance, but not safety.
Share:

Lega

 Apakah dirinya bodoh? Mungkin.
   Ia mungkin terlalu bodoh! Iya, terlalu bodoh untuk melontarkan kata-kata itu. Ia melontarkannya tanpa ada sebuah penyesalan di dadanya. Kata-kata itu terlalu—refleks ia keluarkan,Lalu perlahan mengundang setetes air dari pelupuk matanya. Ia tampak berkaca-kaca.
  Entahlah, Bagaimana, kenapa,mengapa atau bahkan apa yang menyebabkan dirinya mengeluarkan air mata itu, Pastinya, Ia merasa lega, Sangat lega ..
Share:

Randa Ntovea

 
Tesa ana numadika kaili
Nosangaka I randa ntovea
Nipali ritana njambali ranga
Pomperapi ntodea rimadikana
Ala masalama nungatana

Na’asira rai randa ntovea
Mbaturusi perapi ntodea
Mba palaisi totua mbapotovena
Damo doana ri tupu Allah Ta’ala
Ala rapakavoe duana

Kuasa tupu Allah Ta’ala nipakatukana bengga bula
Nompakavoe dua iranda ntovea
Haimo hai najadi niposabana
Nambali nantambai kagayana

Nakarebamo ritotuana
Madikata ri ngata kaili
Nitudunamo nipekipokiona
Manjili rapoviaka adana
Moviaka ada salamana

Share:

Rabu, 01 Februari 2012

Ialah dirinya!

 Kemarahan yang tak dapat dilampiaskan? Easily, it's tears!

Dia tidak tau bagaimana menghargai sebuah perjuangan, bagaimana menjaga perasaan seseorang, dan bagaimana bagaimana lainnya. apakah ia membutuhkan seorang guru untuk mengajari dirinya? Tidak, Jangan. Suatu saat Ia akan menemukan guru terbaik bagi dirinya sendiri. ialah dirinya.
Share:

Biasa.

Saya diabaikan udah biasa ..
Saya nggak dianggap juga udah biasa ..
Saya dicuekin udah biasa ..
Saya diremehkan juga udah biasa ..


Dicaci maki-pun juga udah biasa ..
Difitnah-pun biasa, Dimarahi apalagi.

  Walau beribu air mata menghujam ke permukaan bumi, dan ikut menangis bersamaku. Tidak akan ada air mata yang menyamai apa yang saya rasakan sekarang. Tidak akan ada!
Share: