Minggu, 09 Desember 2012

Cintaku, cintamu.


   Kita pernah jatuh di hati yang sama. kemudian dalam, dan lebih dalam lagi. akan tetapi aku sudah berhasil melarikan diri dari tempat adiksi itu.

    tapi...apakah engkau mengira bahwa rasa yang hina itu telah sempurnanya hilang? hahahaha, engkau salah besar kawan.

   Aku justru terjerembab lebih dalam lagi.

   Sayangnya, cintaku tidak nyata.
cintaku...hanya bertemu pandang di dalam diam 
cintaku...hanya penuh dengan sayatan rindu yang kian perih.
   Tapi tenanglah, ia masih mencintaimu dalam diam. ia masih dan akan selalu menjagamu di setiap detik yang kau sapa. tidak seperti cintaku, ia hanya akan mematung, berdiam diri dengan rasa sakit yang perlahan akan menghancurkannya.
Share:

Raaandom

  semua orang sedang berusaha mencari keheningan yang terselip dibalik kebisingan. tidak demikian dengan dia. perempuan yang duduk di bangku kosong itu. sedari tadi ia hanya menunduk, memainkan jari-jari mungilnya yang kian melemah. sesekali ia mengetuk-ngetuk bangku yang ia duduki itu. kulitnya pucat, lingkaran hitam di matanya tidak dapat disembunyikannya lagi. ia belum tidur selama beberapa hari terakhir. sedang semua orang mencari ketenangan dibalik keheningan itu, dia malah sibuk sendiri dengan urusannya. kebisingan yang merambat kota tua itu mungkin sudahlah mati di telinganya. tidak dapat ditangkap oleh indera pendengarannya lagi.

  Kota yang ia tinggali sekarang hanyalah tinggal sebuah kota mati baginya...setidaknya, sejak semua orang yang ia cintai meninggalkannya dari kejadian na'as itu.

*UASREFRESHING.
Share:

Rabu, 05 Desember 2012

Kau tidak pernah tau.

Kau tidak pernah tau seberapa sakit hatinya saat kau tinggalkan, setelah kau bawa dia melayang jauh tinggi ke atas langit.

Kau tidak pernah tau seberapa besar pengorbanan hati beserta jiwanya untukmu.

Kau tidak pernah tau seberapa pahit kesepian menggerogoti perasaannya di tengah keramaian.

Kau juga tidak pernah tau, seberapa rapuh dia dalam tangisnya. seberapa nelangsa batinnya di harinya. dan seberapa hancurnya ia di malamnya.

Dan jangan pernah datang lagi pada hati yang sudah jauh kamu tinggalkan. karena kau tidak pernah tau seberapa payah dia sudah berusaha melupakan.
Share:

Rahasia sungai kering

   Sungai yang dulunya mengering, kini mengalir lagi. kawanan air datang dengan penuh semangat untuk mencapai hulu, lalu dengan tenangnya mengalir menuju hilir. mereka sudah terlalu rindu untuk bercengkrama lagi dengan para penghuni hulu dan hilir, rupanya.

   Sungai itu berbeda dengan sungai lainnya. tidak menetap. kadang ia kering bahkan kadang, alirannya yang lurus bisa saja membentuk bulan sabit. sungai itu, tidak punya ikan sama sekali. ya, sekali lagi berbeda dengan sungai lainnya.

  dan... apakah kalian tau rahasia dibalik sungai itu? Apakah kalian tau kenapa sungai itu baru mengalir lagi? karena air di sungai itu sudah terlalu lama dipendam. sudah terlalu lama disimpan. lagi pula, perut bumi   sungai itu juga sudah terlalu jenuh untuk menyimpan semuanya di dalam tubuh mereka. lalu jangan heran jika sungai itu sering dipanggil dengan 'air mata kesedihan'
Share:

Senin, 03 Desember 2012

Kamis, 29 November 2012

aha :p

Assalamu'alaikum...kum...kum...

    Hello...lo...lo..low world! how's life? a lil bit bad? good? awesome? fantastic? amazing? XD hahaha me too, as always :p
    Heeeem. udah seabad ya kita ga ketemu lagi. linduh uh-_- apalagi nulis-nulis di blognya. rindu buangedh-..- kalian sendiri tau kan si penulis blog yang cantik manis imut dan kecenya kayak badai topan dan tsunami itu sibuknya luar biasa :p makanya baru sempat nulis....mbehehehehe.

   ehem iyaaaa. iyaaa. saya rindu menulis loh :( rindu mencurahkan isi hati saya di blog ini *backsoundhorror XD karena hanya melalui tulisan, orang-orang dapat mengutarakan apa yang sesungguhnya ia rasakan. dengan menulis kalian bebas berekspresi. dengan menulis kadang membuat semua orang tenang. tapii sayangnya akibat sudah terlalu lama vakum di blog, saya seperti miskin kata-kata loh-.- ibaratnya lagi haus, pengen minum tapi nda ada minum. jari-jari saya seperti kaku untuk menumpahkan bahkan hanya untuk sebaris kata disini-____________________-"

   hh. tapi yasudahlah. saya minta doa kalian ya cems cems, semoga penyakit "asing" ini cepat hilangnya. hehehe, aamin amin :D daaaaaaaah
Share:

Jumat, 12 Oktober 2012

   dia datang untuk mengadu rupanya. berjalan terenta-renta menuju bibir pantai. Matanya masih se-sayu itu, se-sembab itu. Lingkaran hitam di matanya tergambar jelas di wajahnya. raut mukanya penuh kecemasan, penuh dengan kesedihan    Mungkin ia tidak begitu pintar dalam menyembunyikan kesedihannya    peluh yang menghiasi dahinya kini terlihat jelas seiring pergantian senja.


    sekali lagi, ia datang untuk mengadu. ia datang mengadu atas semua permasalahan hidupnya. ia datang untuk berbagi kesedihan kepada ombak. Memberitakan pada dunia bahwa batinnya nelangsa.
    Nihil. Sejauh matanya memandang, ia tak menemukan secercah harapan disana. Laut yang selama ini menjadi penopang rahasianya hanya bisa bungkam. Ombak-pun tak mengeluarkan suara banyak. sunyi. senyap. hancur. runyam. kesedihan beserta keheningan mulai bercampur aduk rupanya.

   Hidup dalam kemunafikkan mungkin membuatnya semakin lemah. Titik kejenuhan bahkan keputusasaannya telah memuncak. hingga... Ombak yang semula bungkam, kembali bicara. kembali menjawab semua pertanyaan yang ia lontarkan, kembali merespon semua cerita hidupnya. Ombak itu bangun. Ombak itu benar-benar bangun! ombak itu bangun. ia datang dengan ganas, memporak-porandakkan serta meluluhlantakkan semua mimpinya. mimpinya untuk hidup bahagia kini musnah sudah.

    Tubuh pasrahnya hanya bisa menatap puing-puing yang tersisa dari sisa hantaman ombak itu. bahkan detik yang melihat kejadian itupun tidak sempat berkata-kata. Ia hanya dapat meratapi semuanya. Bak dihujam paku berkarat, tongkat harapan yang selama ini mampu membuatnya bertahanpun tidak sanggup lagi untuk menopangnya. Ia kemudian tersungkur. terjatuh. lalu kemudian menangis. oh tidak apa kataku tadi? menangis? iya. dia akhirnya menangis! matanya yang sembab bahkan hampir kekeringan air mata itu kembali menangis. Ia akhirnya benar-benar menjatuhkan air mata kesakitan itu.

Ombak, pantai, laut. teman yang selama ini menjadi seperti sebuah rumah baginya. Tempatnya mengadu semua permasalahan hidupnya kini justru berganti menjadi tanaman duri di jalan hidupnya.

Share:

  Ia datang, dan muncul begitu saja. Membelah keramaian. Menciptakan keheningan. Menimbulkan tanda tanya yang tak terdefinisi. Ia menatap anak-anak yang sedang sibuk memainkan butiran pasir itu. membentuk istana imajinasi mereka. membentuk istana impian mereka. yang mungkin menjadi impian mereka suatu saat nanti.
   Tapi tunggu! Tunggu sebentar! apa yang ia lakukan di tempat ini? tapi lihatlah! semua orang memandangnya dengan tatapan yang penuh keheranan. penuh dengan tanda tanya. atau penuh dengan kekesalan mungkin? entahlah. rasanya ia seperti orang asing yang datang dari planet selain bumi. ia seperti sendiri. sampah dari mana orang itu?    begitulah kata orang-orang di sekitar pantai. Ia seperti tersudut di tengah keramaian.
Share: