Sabtu, 18 Juli 2020

Sugeng Tindak, Eyang!

ada yang selalu kaya
tanpa kaidah
sebut saja dia olehmu
aksara

diramu oleh kata
disajikan dengan rasa
disuguhkan sebagai karsa

tidak perlu bersusah menyelami makna
karena sekalipun
wujudnya tak pernah dangkal

sederhana
seperti puisimu
yang menghujan
di bulan juni

namun tabah
seperti pergimu
yang menghujam
di bulan juli

kini ia aksara sudah berjumpa
dengan ia yang menulis dengan cinta

kini ia ksara telah menemui
kepada ia yang berbahasa pada abadi

selamat jalan eyang
yang tak pernah lekang

yang fana adalah waktu,
aksaramu abadi!
Share:

Kamis, 18 Juni 2020

berdamai dengan diri

After all these years,setelah gue menggeluti passion over thinking.. i kept thinking kalau gue susah berdamai dengan beberapa hal sampe ketemu hal baru. Kerapkali menyalahkan diri, padahal semuanya di luar kendali kita. Hingga gue sampai pada satu kesimpulan,

ternyata kita tidak pernah benar berdamai dengan sesuatu. kita hanya sedang menggeser fokus kita, atau mendapati masalah serupa yang bentuknya lebih besar dari ini, sampai kita lupa sama rasanya, sama perasaannya.

sama seperti mencintai, kita tidak pernah benar benar melupakan, hanya saja ada cinta dan perasaan serupa yang lebih besar dari sebelumnya. setelah kita sakit, kita butuh kekuatan lebih untuk bangkit. Kekuatan lebih itu membuat kita lupa bahwa kita lagi punya luka. 

kalau kata orang waktu akan menyembuhkan, benar, waktu akan menyembuhkan dengan menemukan. menemukan sesuatu yang sifatnya lebih baik atau lebih besar dari ini, supaya kita lupa, supaya kita yakin bahwa kita akan selalu lebih kuat, dari masa ke masa.



Untuk kamu yang sedang berdamai dengan diri, sabar ya. yakin dan tabah. semuanya pasti lewat. semoga segera menemukan:)
Share:

Minggu, 07 Juni 2020

HHHHHHHHHHHHHH

Gue masih setouchy dulu. dulu sifat beginian pernah hilang saat gue lagi sibuk-sibuknya kuliah. nangis aja, gapernah. gue mendadak jadi orang yang kepala batu. nah perasaan ini kembali membludak saat gue koas. gue pernah dipertemukan sama seorang pasien, bapak-bapak. dia selalu ingin giginya dirawat. beberapa kali dia bolak-balik RS, bukan rezekinya untuk dirawat. selalu saja kendala tekanan darah tinggi atau operator yang tidak ada. but one thing, dia sangat suka sama gue (dalam hal baik) umurnya 60tahunan ke atas but seemed like 50. selalu bergandengan sama istrinya yang notabene istri keduanya. i can feel that he loves me, that bad. sampe dia pengen banget jodohin gue sama anaknya, bahkan sampe skrgpun masih suka hubungin gue. "saya suka sekali sifatta nak, jagaki nah sifatta. jangan berubah" doi rangkul gue (padahal ini orang lain) gue anti banget disentuh sama cowok sejak kuliah, apalagi sama orang yang gue gakenal sama sekali. terus bapaknya minta foto dan pamit pulang. guess what?gue juga ikutan pulang dan nangis bombay. cheesy bgt gasiiiih. gue bisa ngerasain kalau doi tulus. dan gue sayang. kalau gue sayang sama orang, gue cuma bisa nangis. aneh bgt:")


Currently, gue lagi deket banget sama om gue whom is sepupu ibu gue. dikatain sepupu kayak jauh bgt padahal ngga. tetanggaan dari kecil sampe nikah. terakhir gue catching up saat sd, dan sewaktu mau kkn. kita ga deket deket amat karena satu dan lain hal, we made up spaces for years.hingga tiba saatnya, beliau datengin gue ke Makassar for the first time. mau ngga mau gue iyain, karena urusan penting yang gue gabisa jelasin disini. so the story just started here


om gue tajir. but thats not the thing. gue selalu berusaha showing him kalau gue gapernah sayang dia karena uangnya, apalagi jabatannya. mayan cakep dan putih bersih dan rapih. gue seneng banget liat cowok kulit putih, dan rapih. HAHA. naah selama di Makassar, we did a deep talk. he shares all his live stories, and i shared mine too. dan kita jalan dan makan di mall. gue lagi ngerasa jd sugar baby sih malem itu karena gue diharuskan belanja apapun yang gue mau, meanwhile omku sangat penyayaaaaaang. kebangetan. gue gatau sih kalau sama orang lain gimana. tapi kata ibuku memang dia seperti itu, but i rarely saw him doing the same thing to others.


sepanjang perjalanan tangan gue digenggam sampe gue nyampe di kosan. gue baru tau dia suka meluk. well i was born di keluarga yang super penyayang. trust me. tapi ternyata gen gen penyayang itu hanya nyampe di gue. dan sisanya di sepupu2 ibu gue. love languange yang kayak gitu di ibu gue aja gakena. apalagi ayah wkwkwk. rasanya gue selalu dapet gen aneh, kalau menurut gue sih ya. just like mata yang lumayan sipit, alergi debu dan dingin, dan ini iya, gen penyayang yang gue gatau asalnya dari mana. well you may asked nayla how many times i kissed and hugged her in a day, and i have always got complained bcs i have always treated her like she was 3. padahal sudah 10 taun.


nah. i love him for all the way he treats me. sejak saat itu kita telfonan selama kurang lebih 2 minggu. gue ngerasa punya pacar yang selalu nelfon sampe gue or dia ketiduran. pada saat nyampe di palu or jkt pun gue orang yang paling pertama di hubungi. we laugh to each other's jokes. receh bareng, dan diskusi bareng. totally about life, yang bikin gue tambah sayang sama niorang. kirimin gue hadiah jam. and another surprises. at the same time gue ngerasa lagi punya pacar. indescribable pacar. malahan setiap orang yang knew the way we communicate or see us in real life selalu bilang kayak kita lagi pacaran. dia aja ngaku kalau gue pacarnya ke tante gue, semalem aja di mobil cerita udah setengah jam dan dia ngaku kita lagi pacaran zzzzz dan.. i cant deny. gue baperan.


depan seseorang pun gue selalu dipeluk. semalem gue dipeluk depan orang-orang penting yang bikin gue keki. katanya tujuannya meluk biar gue ga kikuk. bcs he knew that i have got sometimes socially awkward. yang ada gue tambah kikuk. dia agak lumayan sotta buat nebak isi kepala gue tapi beneran memang bener. i hate that you know that makes me fall for him. when we talk or even when we argue, dia selalu megang tangan gue. mijitin tangan gue. ngelus gue kayak anak kecil. kissing my head. HHHHHHHHH menggilakan. i think that this is normal untuk seorang om, but this is like, guys too much. gue gabisa diginiin. sumpah.


depan ibu gue aja semalem, hampir sejam gue dipelukin sambil dia cerita sama ibu gue. I cant. ibu gue aja sampe bilang "mesranya winda. "si itu nda marah?" or be like ibu sedih liatnya ternyata doi sepenyayang itu or IBU CEMBURU ada yang dipeluk terus" hahahaha. masalahnya adalah, gue gabisa sayang sama orang. kalau gue sayang sama orang gue sayang banget gamainmain :(( jadi kalau om gue ni ilang atau gada kabar sehari aja gue pengen nangis kayak abis diputusin. childish banget. posesif as hell. i hate it.


its scary to have a love language seperti physical touch i guess. yang pernah gue baca tipe orang kayak gue adalah orang yang sensitif dan mudah nangis. i never like that part. dan gue sedang berusaha untuk ngga ngelibatin perasaan gue kalau tangan gue digenggam kalau cerita or even when he hugged me that tight.


kemarin ultahnya dan gue tambah sayang.
gue cuma pengen bilang.


through our hugs, through our meeting heartbeats. i want you to know that i have always whispered my best prayers so it would flow out through your veins. i love you beyond i have ever told you. and i promise to be there for you, watching you jadi botak, and older. ill be taking care of you like i need to do to my parents. wish you a whole happiness. ku sayangnya ini orang yaAllaaaaaah:(help.
Share:

Minggu, 31 Mei 2020

Jadi?

Jadi...
Selamat berjumpa lagi pada pertemuan ke sekian, yang bisa dihitung oleh jari.
Saya sedang terengah-engah mengejar seorang staff yang berada pada ujung kampus.
Sedang kamu sedang gagahnya duduk berdiam diri di taman Hipokrates.

Dua mata yang seharusnya tidak ditakdirkan bertemu.
Seperti biasa, kamu yang selalu bisa membaca keadaan bangkit dari peraduan dan berjalan bersamaku.

Tapi tidakkah kau lihat bahwa nafasku sedang terombang ambing?
Tidakkah kau tahu bahwa hatiku sedang gugup berjelantahan melawan perasaan yang saya tidak tahu apa?

Riuh mata cokelatmu tumpah di tengah deru air yang berjatuhan
Pemilik perawakan yang menenangkan, ayo bertemu lagi.
Tumpahkan senyum itu hingga saya jatuh sejatuh-jatuhnya.


Makassar, Agustus 2017
Share:

Selasa, 28 April 2020

Ruang Tunggu

“Sudah seberapa lama? Apa kurang lama?” mereka berbisik seolah tidak ada yang mendengar. menggaung sampai ke ulu hati.
tempat persinggahan ini kembali rasanya tidak aman. beberapa kendaraan turut lewat dan tetap dengan hati yang ragu jawabku sama; tidak, terima kasih.

Sebentar lagi hujan reda. Gusar dan gelisah. bukan panas perpisahan yang ku takuti, namun acapkali karena kita yang dipaksa menguap. Beberapa kali ku berharap kamu menepi sesegera mungkin. secepatnya. tidak apa jika kamu dikeluti peluh, keluh, dan kesah. ku terima dan ku dekapnya erat, seperti dulu. seakan lupa pada takdir, seakan lupa bahwa kita pernah, sebentar.

Kali ini, bukan hati yang aku pilih untuk berhenti. namun ruang tunggu yang penuh sesak dan isak. Mereka bilang, ruang tunggu ini sebuah perhentian. Tempat memilah dan memilih. Ingin berpisah atau berpindah kisah. Atau sekedar menunggu hujan untuk segera reda pada puncak punggungmu. Meski sesekali mengusap harap agar ia berhenti isak.

Ingin sekali aku merutuki seluruh dinding ruang tunggu ini. saksi perhentian paksa sebuah rasa. saksi segenap hati yang ku tolak agar kamu tidak terelak. saksi seribu doa yang terperanjat pada cerita hati yang terperangkap.

Perihal ruang tunggu, dan segala hal yang tidak pernah kau tahu. 

juga pada hal hal yang terhenti
pada rindu, asa, dan rasa
yang kau tahu 
tidak pernah mampu 
dibunuh oleh waktu 

dan seluruh ingatanmu.
Share:

Rabu, 08 April 2020

Melawan Waktu

pada satu waktu, kita akan selalu ingin kembali pada satu tempat hanya untuk mengecap kembali perasaan yang selalu sama. menghirup kembali udara yang kita pikir tidak pernah berganti. padahal mereka sudah pergi, jauh berjalan, dengan menggenggam beribu arah dan kemungkinan.

Rasanya begitu banyak rasa yang tidak mampu diungkapkan dengan kata kata. Perihal pagi yang cerah dengan hiruk pikuk kendaraan, tentu dengan kedatanganmu yang menjadi episentrumnya. tentang sempitnya waktu untuk mencintaimu. tentang jendela, bayanganmu yang lewat dan pipi merahku yang bersemu. tentang masa depan yang tak pasti. tentang perasaan yang tidak tentram. tentang cita cita & kamu dan segala keraguan di dalamnya.

Juga tentang aku. tentang aku yang payah dalam melawan waktu. aku, yang setiap jatuh cinta, selalu ditenggelamkan oleh waktu. tentangku dengan beberapa partisi dari diriku yang rasanya masa sama. kuno katamu. tulus kataku.

tetapi mungkin, begitu seni mencintai. membiarkan mereka hidup pada titik titik itu. tidak peduli dengan beribu kemungkinan lain. hati yang baru misalnya. dan pada saat itu tiba, kita memilih pergi bukan karena ketidaksanggupan diri untuk berdamai dengan waktu. namun ini lebih kepada perihal penghargaan terhadap waktu, membiarkan mereka tumbuh bersama waktu, tanpa ada bias perasaan yang melingkupinya. 


Terima kasih waktu, saya akhirnya hampir sampai pada titik dimana seseorang membiarkan saya hidup dan tumbuh dalam penerimaan&kehangatan. tanpa harus melawan waktu, lagi.
Share:

Minggu, 29 Desember 2019

Imperfect

hai guys.. tadinya gue pengen banget sharing soal pandangan gue tentang film habibie ainun 3. Tapi rasa rasanya setelah nonton imperfect gue pengeeeen banget review film ini!!!hehe bagus banget soalnya.

film karya ernest prakasa emang gapernah failed. selalu keren dan dalam makna. mungkin semua perempuan pernah mengalami ini kali ya?termasuk diri gue pribadi. gapernah bersyukur dan selalu insecure sama diri sendiri. selalu merasa gendut, dan selalu merasa kurang. ngejar sesuatu yang emang kita ga punya tanpa sadar kehilangan mereka yang udah kita milikin sejak awal. 

Gue punya 3 hal yang relate dalam hal ini, dibanding bandingin dalam hal persaudaraan, kedua soal percintaan, ketiga soal tidak menjadi diri sendiri.

First, gue ngerasain banget si sebenernya jadi rara yang dibandingin sama lulu. lia yang tinggi dan kurus, cantik pula. gue yang tembem gendut dulu sewaktu kecil rambut keriting sampe gue gatahan setiap ada yang body shaming panggil gue keriting. selama 21 tahun ini, ini pertama kalinya gue utarain ini dan hanya sebatas ini doang. dan di scene ini gue nangis banget HAHAHAHA. dasar lemah. rasanya luka masa kecil gue keungkit aja. padahal udah gue lupain&tutup rapat2 wkwkwk

dan bahkan sampe sekarang pun, di pola pertemanan kalau kalian pernah perhatiin.. gue orang yang ga bakal pernah ngomentarin apa yang kalian pake, gimana bentuk tubuh kalian, gimana kulit kalian, gimana jerawat kalian. ga akan pernah.. karena gue pribadi gasuka aja sampe skrg kalau ada yg suka ngomentarin “gendut” “gendut” di tulisan gue sebelumnya gue udah pernah bilang ini kali ya. kita nda pernah minta dilahirkan sebagai apa, dalam bentuk apa. kenapa malah sibuk mencaci segala sesuatu yang gabisa kita kendalikan sih?

__________________________________________________

kata ortu gue, gue anak yang paling apa adanya kalau berpakaian ya walopun bosanan.. ga pernah ribet kalau makan. ga pernah ribet kalau suka sama sesuatu ya sukak, kalau enggak ya enggak. kecuali dalam pengambilan keputusan h€h€. di posko gue merasa apa adanya aja. gasuka cumi ya makan apa yang ada aja, nasi kecap jadi kok. gue gapernah protes dan yagitu gitu aja pokoknya lah. gue merasa ga perfect till loved by someone who made me feels perfect.

di posko, sahabat gue sendiri skinker nya lengkap banget. gue modal toner&bb cream aja. pakaian bermerek, tapi gue mungkin kelas mtc doang:”) handuknya pun merk myko, gue handuk kelas pasar butung. dijemput sama supir. gue model pete pete bro. wajar lah ya kalau dijodohin sama sua. dan gimana gue gak geger kalau sua sukanya gue.

kayak pengen gue nanya aja “maksudmu apa? maumu apa?” Saat itu. kemudian gue gitar lagi, senja senja t...a u deh haha.

sampe gue gabisa percaya itu. gue gabisa yakinin diri gue sendiri. karena temen temennya pada bilang “you know he was a masterpiece. and i cant believe that he is into you” yang buat gue down abis. mungkin gue udah cerita ini. sampe gue ngupload di instastory gue soal “imperfection” disitu gue boomerang jatuh di pinggir pantai dgn modal caption “you dont have to be flawless in order to be loved” gue bikin ini dgn hati yang apa ya pokoknya menggebu gebu pengen bales dendam WKWK. dan ga nyangka gue dibales sama sua hehehe.

kata film imperfect ya..
“nyari yang cantik mah gampang. tapi nyari yang cocok susah”

ini yang pernah sua bilang ke gue di mobil malam itu. yang gue rasa rasanya auto nangis aja kalau denger kata kata itu. 

__________________________________________________

Sampai gue nyampe pada satu titik, dimana gue ngerasa gue ditekan sama strata sosial sua. gue ngerasa “pacarku high class, haruska juga pintar berpakaian” dan gue berusaha guys. gue berusaha. hahaha confession yg bikin gue apa yaaak malu aja harusnya dibilang disini tp kan gada siapa siapa ya wkwk. gue belajar berpakaian. gue belajar beli ini itu, bermerk, wasting money&time buat orang yang gabakal stay. gue jadi orang selain diri gue sendiri. gue jadi orang lain. gue jadi orang lain yang bahkan gue ga kenal ini siapasih?

gue bahkan ga berinteraksi sama teman teman gue di bem. gue bahkan ga temenan sama aul, dan merasa aneh aja berteman sama mereka. I mean like.. i found my own happiness alrd. padahal gue udah diceramahin sm seangkatan “windaa, apa apa di dunia ini sementara ji. perasaanmu atau perasaannya atau perasaannya mereka sementaraji” dan gue keras kepala bilangnya enggak.. hehe. bodoh.

gue sibuk ngejar sesuatu dan menjadi org lain, yang tanpa sadar gue kehilangan mereka yg udah gue punya dari awal.

sua sendiri gapernah minta gue doing dat thing. tapi circlenya yg buat gue ga tahan. padahal dia mah biasa aja.. but deep down i know, dia bosanan dan gue berusaha agar dia ga bosan sama gue. tapi nyatanya i shouldnt do that thing kalau emg dia sayang sama gue apa adanya. dasar bucin.

__________________________________________________

dulu, sewaktu kkn.. 2 temen kkn gue bilang ke gue. if i were a boy, id maybe feel the same thing as sua, winda. i adore you much.

tapi kesimpulan gue,
Even at your absolute best, 
if he is the wrong person
still, 
you will never be enough.


Youre perfect with your imperfection. Setelah gue putus, perlahan gue kembali. perlahan gue refleksi diri. ternyata cantik itu relatif. jadi diri sendiri lebih baik, seperti dulu. Hehehe. maapin, niatnya tadi mo review tapi malah relate ke kehidupan pribadi. 
Share:

Selasa, 22 Oktober 2019

yang lebih lapang dari langit


Apa yang lebih lapang dari langit?tanyanya

“ia yang jauh tersimpan di dalam dirimu” jawabku

Ia yang selalu kau kira telah kau tutup rapat,

tetapi selalu lapang untuk suatu hal, yang kau sebut masa lalu

ia adalah ruang dimana banyak jiwa yang mengetuk, tapi tak pernah menetap

dia adalah ruang yang kau sebut 

hati.
Share: