Minggu, 09 Juli 2017

-

"Kau rumah yang membuatku lupa pulang. Kau petang. dan burung-burung mencari sarang. Kau senyum yang ku sembunyikan dari kemarahan ibu"
Share:

Kamis, 22 Juni 2017

Perihal, kamu

[EDISI CURCOL]

Saya mendesah pelan, perihal suatu hal yang tidak pernah lepas dari pikiran saya akhir-akhir ini. siang dan malam, pagi dan petang, saat bangun dan terlelap, saat istirahat maupun beraktivitas sekalipun, lagi lagi kamu datang menghantui saya dengan wujud dalam berbagai bentuk. kadang kamu datang berwujud skenario dan mimpi mimpi yang pernah ada. tapi esok harinya kamu datang lagi dalam wujud asam manisnya kenangan.

Allah begitu baik, Tiada habisnya kesabaranku ditenun menunggu untuk orang yang seperti kamu. Sudah hampir 3 tahun saya berdoa dengan nama yang sama. Bercengkerama denganNya perihal kamu dan segala egomu. Perihal kamu dan segala impimu. Berharap semesta mengamini kita dan mimpi mimpi kamu, setidaknya. Kiranya bila untaian mimpi itu masih bisa menjulur kembali. Dan kiranya titah suaraku dapat diterjemahkan dalam sebuah lagu, maka akan ku pastikan doaku adalah lagu yang tidak pernah bosan untuk kumainkan kelak di hadapanmu.

Ribuan orang yang saya temui di tahun-tahun ini, namun saya kesulitan menemui sosok kamu di dalam mereka. Ratusan hari saya menyibukkan diri dengan segala kesibukan agar lebih mudah lupa. Puluhan hati datang menjadi penawar. Tetapi pada akhirnya lantunan doa saya kalah. Saya berada diujung asa dalam mendayuh sepeda itu. Batu-batu di jalanan menyeru untuk berbalik arah. Saya goyah. Saya lelah. Hatiku tertatih melangkah kepadamu.

Bukan kepulangan saya yang mampu menghadirkan kamu kembali. Namun kegagalan ikhtiar saya, perihal kegagalan saya mendayu pedal doa untuk berlabuh di hatimu, kembali. Sekarang saya justru memilih satu hati untuk berlabuh. Berteduh dari janji-janji ketidakpastian yang pernah kamu tawarkan. Tapi, ironinya saya masih belum sanggup menghapus mimpi kita. Doaku masih belum sanggup berganti nama.

Menertawakan kesedihan dan kebodohanku adalah hal yang tanpa sadar saya lakukan saat ini, setidaknya setelah hatimu berpaling. Namun bukankah tertawa juga butuh jeda? Bukankah deretan kata juga butuh jarak agar ia dapat terbaca?

Akhir kata, saya percaya bahwa Allah begitu baik untuk kita. Tenunan kesabaran itu akan menghasilkan sosok hati yang kuat dan tabah. Saya percaya Allah sedang menyiapkan jawaban yang paling membahagiakan untuk kita. Suatu saat nanti doa saya perihal kamu akan segera terjawab; Jika tidak di lain hari, mungkin di lain hati.

Share:

Kamis, 01 Juni 2017

Berharap kepada selain Allah


Jika kalian pernah baca mengenai tulisan gue kemarin soal jatuh hati (yang sekarang udah gue hapus karena sifatnya pribadi banget, gue lg di bawah alam sadar pas nulis) pasti kalian bisa menarik ulur benang merah kali ini.

Jadi kronologisnya, gue lagi chatting sama seseorang. kita sering sharing dan tukar pendapat mengenai agama, organisasi, dan sebagainya. namun ada satu hal yang ingin dia sampein setelah tarawih. Jadi yang lo bisa tebak gue nunggu setelah tarwih. Berhubung gengsi gue tinggi banget, gue gamau sama sekali hubungin doi duluan, jam 12an as always jam rutin tidur kita setelah chat berhubung mau sahur dan doi ga muncul juga gue langsung tidur.

Dan pas subuh, as always juga doi nge-line duluan. Dan yang bikin hati gue terenyuh terkelupas perih sakit, doi seolah ngungkit perasaan terpendam gue. “nda kecewa jki?”

Btw siapa sih gak kecewa kalau nunggu orang, dan ternyata dia ngelanggar janjinya? Tapi yang buat gue makin terenyuh lagi karena beliau nyatain “nda boleh sepenuhnya kita berharap penuh manusia. Berharap itu sama Allah dek”

Tapi apa ya… hati gue perih banget denger statement tersebut. Gue sejenak kayak kilas balik masa lalu gue sebelumnya, dimana sejak kecil ayah dan ibu selalu mewanti-wanti untuk tidak berharap kepada orang lain, proudly and arrogantly gue saying kalau gue bener-bener anak mandiri walaupun harus nanggung semuanya disini *nunjuk hati*

Ibu gue selalu bilang sesusah apapun jangan mengeluh, sesenang apapun jangan berlebihan. Bukti konkrit keluarga gue gapernah ngeluh ke orang lain mengenai masalah internal keluarga gue, lo hanya perlu terlihat just fine walaupun lo banyak masalah pikiran dan mungkin ini yang bikin karakter gue sebagai seorang introvert.

Sejak kecil juga ayah selalu marahin gue kalau gue justru menyalahkan orang lain perihal sesuatu yang gue gabisa lakuin. Walaupun ujung-ujungnya gue jadi pribadi yang pemikir banget, peragu dan juga cenderung nyalahin diri sendiri. Kilas balik lagi, selama gue kuliah.. apapun yang terjadi gue gapernah berharap sama orang lain walaupun gue udah mau pingsan kerjainnnya. Ospek pun begitu, gue ngelihat sesti yang dibantu sama fiqri dan mishfah ngga menjadikan gue pengen berharap juga sama orang lain buat dibantu. Dan saat SD-pun, gue nangis nangis kerjain peer aritmatika yang sehari bisa 500an nomer ga menjadikan gue minta bantuan ke orang lain untuk ngerjain hal tersebut. Be independent!

Tapi terkadang, kalau bicara soal hati gue masih lalai. Dengan sifat hati yang selalu berbolak balik, lalu kemudian sengaja ga sengaja pasti hati memupuk rasa harap tsb. Yaa wajar sih kalau orang orang pada bilang cinta itu buta. 

Dan setelah statement tadi, gue merasa jadilebih kuat dibanding sebelumnya. Gue merasa gaperlu berharap lagi sama doi*eh. Hahaha, engga deng. Dunia akan selalu lebih indah dan tenteram ketika lo percaya bahwa lo bisa ngelakuin semuanya tanpa bantuan orang lain. Allah akan menjadikanmu kuat dengan hanya berharap penuh kepadaNya. Berusahalah semaksimal mungkin! 

Satu lagi paragraf yang pengern gue utarain. jatuh cinta boleh, tapi jangan sampai buat Allah cemburu. Wassalam, selamat menjalankan ibadah puasa
Share:

Selasa, 16 Mei 2017

Bumi-ku

Teruntuk bumi yang kini menyelubungi pikiran langit.
Teruntuk bumi, orang yang baru saja ku kenal 7 hari singkatnya.


Sependek pengetahuanku, layaknya kata yang sering kau sebutkan saat kita bertemu...Cinta adalah suatu hal yang tidak terdefinisi. Demikian pula kagum, suatu hal non materi yang tidak diketahui rupanya. Namun bukanlah suatu hal layaknya perasaan yang berwujud non materi pada hakikatnya akan selalu sempurna?


Layaknya langit dan bumi yang diam diam selalu bertemu tatap, maka diam diam pula ada yang meluluh pada hati bumi.

Lucu rasanya saat diam kita bertemu tatap. Saling membaca pikiran masing-masing. Dan kamu, bumi.. Orang yang egonya tinggi mengaku sok-open-minded mampu mengeksploitasi pikiranku yang terlampau kaku.

Sudah lama rasanya aku tidak mengagumi orang sehebat ini. Merasa nyaman atas segala ketidaksempurnaan, merasa nyaman akan hal yang berwujud non materi, merasa nyaman ketika kau, bumi.. yang hebat dalam meluluhlantahkan benteng hingga memasuki jiwaku dengan kata kita.

Hati langit selalu tersungging malu ketika kau, bumi... justru memilih langit sebagai sosok yang mampu menjabarkan semua kalimat tersirat yang selalu engkau lafadzhkan.

Kagum tak melulu soal rupa,hanya soal hati. lalu anggap saja langit, sebagaimana hakikatnya akan selalu mengupayakan segala sesuatunya untuk bumi.

Jauh tak begitu jauh, dekat tak begitu dekat. Namun langit hanya ingin mengagumi sosok bumi dalam imannya. Berserah diri dan berharap yang terbaik, agar Allah tidak cemburu akan hati langit yang diam diam berharap besar pada bumi.

P.S: gue gak lagi kasmaran.
Share:

Kamis, 11 Mei 2017

LK 2 (2)

Inti dari tulisan gue sebenernya di point ini sih. Malam ketiga gue discreening sama ketua bem fk periode ini secara langsung. Setengah 12 baru mulai loh, pikiran gue gak karuan analisa gue gak jalan, ditambah keilmuan gue bener-bener parah. Gue ga ngerti filsafat karena gue gak pro filsafat sih sebenernya, atas dasar agama yang gue miliki. Yaudah, gue berusaha aja selama gue bisa.

Satu hal yang bikin gue tertarik, malam itu gue diajak diskusi kelembagaan sama dia. 3 jam screening, 1,5 jam gue diajak diskusi doang. Gue merasa kurang cocok sama screener gue kali ini, karena pemikiran kita emang belum nyatu di malam itu, dan akhirnya dia open banget soal kehidupan lembaganya, dan gue sebagai pengurus juga ceritain ironi kelembagaan dan kemahasiswaan saat ini.  Dia punya kemampuan untuk menyatukan pemikiran dan intuisi dengan berbagai cara. Ternyata dia merupakan temen dari kak naufal kak ika dll karena alumni insan cendekia, dia kenaal banget sama alazhar karena merupakan sahabat dari kak opa dan kak qonitah. dan ketika screening nya selesai dan kita jalan bareng menuju tempat registrasi, dia nyatain “dari awal saya liat kamu, saya rasa bakalan susah saya masuki ini anak. Saya gak bakalan melangkah maju kalau saya belum berhasil di titik awal”

Pernyataan beliau gue bales tanpa rasa bersalah “kalau gitu kita memang beda kak. Saya juga gak bakalan berusaha menggali apa yang seseorang maksud kepada saya. Saya tidak suka berasumsi secara subjektif, karena saya eksistensialis”

Lusa harinya gue screening dimensi ke4. Sama cewek.  Akbar budi dan orang yang setia nungguin gue lainnya seneng dong ya. Karena setiap screening gue pasti selesainya lewat dari jam 12, malam itu mereka optimis gue hanya sejam doang. Hatihati loh kecewa guys:”0 buahahah

Ironinya gue discreening sama 3 orang sekaligus. Cewek yang tadi hanya merupakan kaderisasi screener, sejenis itu lah pokoknya. Dan guess siapa salah satu orangnya? Kak nanda, yang tiba-tiba mampir (orang yang screening gue kemarin) Gue seneng sih, karena pengamatan gue secara subjektif dia paternalistic sama orang yang udah dia kenal. Gue merasa ada ikatan batin sama dia #wohoo. Ketika 2 screener lain pergi, lagi-lagi kita berdiskusi 4 mata tentang apa yang membuat pemikiran kita resah saat ini. Refleksi nilai-nilai kemahasiswaan dan solusi yang ditawarkan, kita juga saling arguing mengenai kelemahan kita masing-masing. Btw setiap gue diskusi yang menurut gue aneh kita hanya diskusi 4 mata doang. Maksud gue gini, saat screener gue yang cewek ada, dengan kekuasaan yang dia miliki dia nyuruh cewek tersebut untuk being so busy biar kita gak gangguin diskusi antara gue dan beliau. Dan menurut gue sih, diskusi kami yang notabene luas banget kesannya kayak ngegosip gitu:”)

Selesai screening, kemudian nungguin presentasi makalah… tiba tiba dia nyamperin gue dan nge gosip lagi. Apa ya.. kadang gue ngerasa gak enak sama anak fk karena SKSD banget sama ketua bem nya. Gue bicara terkait permasalahan kelembagaan yang notabene temennya sendiri yang menurut gue menemui jalan buntu. Dan akhirnya gue ditinggalin sama dia katanya pengen main ludo king yang lagi trend saat ini :”)

Screener gue yang pertama orangnya juga baik banget, mungkin dia kasihan ngeliat gue nunggu dan gue cewek. Dia ngeusahain screener untuk gue setiap gue screening. Dan gue sebenernya pengen ucapin terima kasih yang amat banyak, tapi gue takut-_- gue takut salah tanggap. Apa ya… pokoknya gitu deh. Hahahah

Subjektifitas atau sifat paternalistic dari kak nanda diperlihatkan lagi saat gue antri screening makalah dan itu udah jam setengah 3 lewat. Dia ngambil gue lagi dan lagi. Berbeda dengan screening sebelumnya, dia lebih banyak dengerin gue dan jarang buat mengelak dari argumen gue. Gue hampir aja ditarik sama screener yang lain, namun katanya gini “udah hampir selesai” gue dan kak nanda saling melempar lirikan kemenangan, apa yaaa… entah kenapa gue ngerasa kita bisa saling baca pikiran kita masing-masing HAHAHAHH. 

Yang gue nilai dari kak nanda sih orangnya sama terhadap semua orang ya mungkin karena sifatnya lumayan agresif. Dan satu hal lagi, gue ngerasa deket banget sama kak nanda… karena setiap gue bersama dia, gue merasa lagi bareng sama anak alazhar, gue merasa ada ikatan kekeluargaan, dan gue ngerasa sifatnya mirip banget sama kak naufal. I adore him, and its such an honor for me buat kenal sama seorang ketua bem yang open minded banget, yang ngerangkul orang lain, yang kuat banget agamanya, humble, dan juga yang pinter banget. (btw gue sempat debat tentang urtikaria dan eritema pada malam itu karena beliau yang lagi digigit nyamuk) sekiaaaan
Share:

LK 2 (1)

Jadi ceritanya sekarang gue megang 3 organisasi sekaligus yang bikin gue napas aja susah. Tidur aja syukur. Ketawa aja pengen nangis. Sehari, seminggu, sebulan dan bulan bulan berikutnya gue padat dan gue gatau bahkan gabisa ngebayangin kehidupan gue selanjutnya bagaimana.

Intermezo gue kali ini lumayan singkat. Jadi setelah serangkaian kepadatan jadwal gue tadi sore (5517), gue diajak sekaligus dituntut untuk mengikuti lk2, sejenis pelatihan organisasi tingkat menengah sama temen gue sendiri, budi. Gue yang padat banget biar napas aja susah akhirnya meng-iyakan, walaupun gue ujian blok hari rabu tetep gue iya-in daripada gue dihantui di bulan-bulan berikutnya sama kegiatan ini.

Di hari pertama screening, gue discreening sama cowok dari PDU, gue manggilnya kakak entah karena gue merasa sok muda gitu. Agresif banget lah orangnya, yang bikin gue kesel dia minta gue harus tau sedetail-detailnya mengenai kemahasiswaan, walaupun searching sekalipun. Dan akhirnya gue dipantul! Sungguh tidak terhormat-_- and well, gue seneng sama dia ya karena selama screening gue disediain air sebotol, disediain makanan, disediain kopi lagi. Berkah banget hidup gue bro. walaupun at the end gue kesel banget lagi dan lagi karena beliau ternyata angkatan 2015 dan akselerasi! Hft. At the end, screening gue selese jam setengah 1 malam. EMPAT JAM BRO. kak baso, kak topan, akbar dan budi yang nungguin gue udah kesel kebangetan sama screener gue. “Budi aja selesainya sejam lebih” yaudah, yang penting selesai kan.

Di hari kedua, gue discreening sama orang yang belakangan gue tau mantan ketua bem fk periode 4 tahun yang lalu. Dia koas. Pembawaannya tenang, dan mukanya mirip dosen gue. Kalau di screening sebelumnya gue harus tau sedetail-detailnya,  di screener ini enggak sama sekali. Kalau nggak tau gue didiemin aja, terus lanjut lagi. 

Btw… gue kagum sama orang ini. Pembawaannya tenang, dan gue melihat sudut pandang yang sangat-sangat berbeda diantara kita. Gue berdebat or arguing dengan pikiran yang tenang pula loh jadinya. Tapi, satu yang bikin gue tersentak dan sedikit kesel malam itu saat ternyata beliau ngebaca gue secara keseluruhan, apa ya… sejenis nebak kepribadian gue “kamu tuh saya liat daritadi sebagai orang yang terlalu EKSISTENSIALIS. Sangat berbanding terbalik dengan saya yang mengutamakan pemikiran substansialis” gue yang nunjukkin raut kesel dan wajah ekspresif yang gampang banget berubah selalu disambut sama tertawaannya yang menurut gue penuh wibawa juga. #salfoknih

Pembahasan malam itu luas banget menurut gue. Dia nyinggung segala hal yang gue singgung, kepemimpinan, feminism, politik bahkan keilmuan sekalipun. Satu hal yang gue suka dari malam itu, ternyata ada orang yang emang gak suka sama tipe kepemimpinan di zaman sekarang yang blusukan. Kata beliau “rakyat gak bakalan mandiri kalau blusukan secara terus menerus. Mereka bakal berharap dan terus berharap” gue terkesima dengan pernyataan ini sebagai orang yang sangat sangat pro Jokowi dan pro Ahok. Namun di lain sisi dia sangat pro Anies dengan alasan “mencerdaskan kehidupan bangsa” gue dengan serentetan argument gue, dan dia tetep dengan serangkaian argumen dia. so far, he is adorable like so much.
Share:

Sabtu, 04 Maret 2017

sprichst du deustch? (1)

Halo Assalamualaikum!!
Wilkommen in meinen blog^^

wihr gehts?mir gehts gut alhamdulillah.
Ich bin Winda. Ich bin ein madchen. Ich wilkommen aus Indonesia. Ich verstehe englisch. Ich bin immer hungrig. Ich bin eine schuler.

Ich liebe essen und pizza, genau ich liebe dich #EA

Enstchuldigung, Bis bald!

[Hasil gabutan gue selama beberapa bulan terakhir. PART 1]


Share:

Selasa, 14 Februari 2017

Pertanyaan sakit.

HALOOOO HAPPY HALLOWEEN BUAT PARA PENGANUT PAHAM JOMBLO DI DUNIA INI!!*NANGIS SAMBIL IRIS BAWANG*
dan jugaa, an extensive MASSIVE banget so merciful grateful beautiful like a blue sky to my bapakee jokowi yang sudah menganugerahkan hari libur nasional esok hari kepada para mahasiswi fakir libur seperti gue ini:") *Sujud Syukur*

NGAAAAAAH! gue balik lagi pengen nulis sesuatu as always. rupanya oh rupanya... gue kembali dihantui sama beberapa pertanyaan yang menusuk hati. selain ditanya sudah seberapa lama gue menjomblokan diri, gue juga kerap dihantui sama pertanyaan........."kamu asisten kan?" "kok nggak daftar?""eh lo asisten kan wind?""pikirnya asisten...""ah masa sih?""beneran ga daftar?""kayaknya awind asisten deh...""mana janji tahun lalu?kenapa ga daftar asisten?""ditunggu tahun depan ya..saya yang bakal ngetest kamu" (((BTW SEMUA BAHASA INI HANYA REKAYASA SEMATA. disini aslinya logat banget guys.)))
Lalu apasih jawaban gue?
.
.
.
Iya beb iya... *senyum paling manis*
entar kalau gue udah gak jomblo lagi.
.

BTWWWW, ironically... Asisten itu bukan bagian dari mimpi gue. Kalau emang gue niat jadi asisten, semua yang istilahnya administrasi dan tetek bengeknya udah gue persiapin jauh bahkan sebelum gue lahir. Gue akuin gue suka ngurusin banyak hal, dan gue juga sangaaat suka banget yang namanya ngajarin orang. Tapi sayangnya niat gue dalam hal ini 25% ga nyampe.
.
Ada seorang asisten yang emang menurut gue (kalau emang gue niat daftar taun depan) yang jadi inspirasi gue. Dia cowok. Jahilnya super dan kebangetan banget. Pernah suatu hari carving gigi gue dibilang kayak cabe palu:”) keesokan harinya gambaran struktur jaringan gigi gue dibilang kayak api neraka.. ingin rasanya gue ngegampar…diri gue sendiri. SUNGGUH HINAAN TIDAK TERHORMAT.
.
Pernah juga.. di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu*nyanyi *eh. Suatu hari gue ga bawa gunting saat lab, tapi nyatanya gue gak dibela sama sekali sama beliau di kala itu. Malah gak dimasukkin ke lab.. dimana-mana asisten selalu nge bela at least sama praktikannya lah. Tapi sayangnya, beliau terlampau jahil menurut gue.. Waktu kersospun, berhubung si doi panitianya beliau ngesapa gue nih ceritanya, terus cerita cerita dikit dan kasih tau informasi bahwa di posko gue nantinya bakalan ga ada listrik sama sekali. Dan dengan ekspresi yang sangat meyakinkan, si doi bilang:
“Gue yakin lo kuat wind.tetep semangat ngabdi ya” *beliau ngangguk* *seolah olah nepuk bahu gue*
 *ceritanya lagi nonton layar lebar*
.
Gue kalang kabut bukan kepalang. Seminggu coooy! Di desa, mana beda provinsi lagi. Kota orang yang lo emang buta banget ga tau soal apa apa. Alhasil, gue bawa aqua botol sekarung beras, gue nge charge power bank (2 buah!!) sampe listrik semua kamar di kosan gue habis. Gue nyiapin senter sampe bohlam Philips pun gue bawa. TAPI NYATANYA, GUE KETIPU. KAMPRET.
.
Tapi dibalik itu semua, kak heri pinteeeer banget. Dan gue selalu suka sistem yang dia buat. Selain itu juga, pernah nih ya laporan praktikum yang gue buat sampe gak tidur-disita, iya disita sama dokter. Yang membuat gue telat ngumpulin laporan dan dapet double consequence, antara gak diterima atau emang ya formalitas aja. Tapi gatau kenapa, nilai gue dibagusin sama beliau HAHAHA. Dan orangnya cukup baik btw~
.
Gue akuin, banyak ilmu yang gue dapetin dari dia. Kalaupun emang gue bakal daftar asisten mungkin karena si doi. Abisnya si doi nagih mulu guys. Btw juga gue pengen terusin ilmu ini ke banyak orang biar bermanfaat. Percuma kan punya ilmu tapi ya dipendam doang. Useless kan yaaa.. hehe. sekian entri kali ini. semoga menghibur dan bermanfaat. Wassalam^^
Share: