Desiran halus itu selalu saja ada. Selalu saja datang. Inikah yang namanya cinta? lalu perasaan itu? kemana larinya perasaan itu? apakah ia telah tersingkirkan oleh desiran di dalam darah ini? perasaan yang datang begitu saja lalu mengganti bahkan merubah segalanya? semoga saja.
Kamis, 20 September 2012
Senin, 03 September 2012
Ibtidaiyah :")
R I N D U. 5 kata yang tak dapat dideskripsikan dengan kata-kata. Istilahnya more than words lah. Suatu perasaan yang bisa saja pada saat kelahiran pertamanya membuncah begitu saja. hingga meninggalkan keping-keping rasa yang tak tersampaikan.
Demikian halnya dengan saya. Hari ini. tepat hari ini saya pergi ke ibtidaiyah. Mengambil ijazah. Ituloh, yang pernah saya ceritakan. Kalau sampai detik kemarin saya belum mengambil ijazah. Itulah penjejakkan kaki pertama saya setelah 4kali puasa 4kali lebaran, yang nda pulang2. Hahaha. Samaan sama bang toyib yaaa....
Pertama, ada sedikit ketakutan yang tersirat di wajah saya. Degdegan. Gugup. Grogi. Pingsan *lebay! hahaha. Intinya saya nda siap. Saya nda siap lagi buat dimarahi atau disindir tentang kehadiran pertama saya lagi dalam 4 tahun terakhir.
Awalnya saya turun-masih memakai baju SMA-saya langsung menyalimi mereka berdua. Ya, beliau dan beliau. Siapa lagi kalau bukan guru yang saya rindu. Tepat sekali! saya datang di hari yang tepat. Tidak ada ustadzah yang sering menyindir. Tukang sindir lah. hahaha, yang ada hanya ustadzah mardhiyyah dan ustadz Fahrudin. Senyum kebahagian bahkan butiran kristal sudah menghiasi wajah saya ketika melihat mereka.
Mereka awalnya sedikit kaget melihat kedatangan saya yang tiba-tiba. apalagi dengan memakai baju SMA seperti ini. saya hanya cukup ketawa-ketiwi lah. Ehya, awalnya juga .. hanya ustadzah mardhiyyah yang mengenali saya. sedangkan ustadz favorite sekaligus ustadz yang agak tegas itu tidak mengenali saya sama sekali lagi-_-' yah akhirnya mau tidak mau saya meyakinkan ustadz fahrudin untuk mengenal saya kembali.
"Ustadz te kenal lagi"
"Ais ustadz -_-' itu ustadz eh. yang saya punya ade dulu dan"
"ustadz lupa"
"ingat2 ulang ustadz. ayolaaaaaaaaah" paksa saya kepada ustadz fahrudin
"Oooh, yang tinggal diponegoro itu kan?"
"Iyeee hihi. ustadz sudah ingat toh?"
Kemudian saya memasuki kantor. Cukup berbeda memang. Hanya 5 ustadz/ustadzah-lama yang masih bertahan disini. Mereka tetap mengabdikan diri mereka dalam bangunan ini, bangunan yang entah sudah puluhan bahkan mungkin ratusan tahun umurnya.
Awalnya saya bahagia sekali. Ketawa-ketiwi bahkan sempat menanyakan berbagai pertanyaan ttg kawan-kawan lama saya dulu. ternyata sebagian besar dari mereka belum mengambil ijazah lhooo. Hahaha ada juga temanku dan.
Wajah ustadzah mardhiyyah masih sama. masih seteduh itu. Masih se-penyayang itu. terus terang saya rindu terhadap sosok yang satu ini. Beliau lebih banyak mengajarkan saya tentang memaknai hidup. Bahkan dibanding SD, saya lebih merindui sosok-sosok yang meneduhkan hati ini. saya rinduuuuuu sekaliiii!!!
awalnya, saking yah begitulah. saya mengambil cap 3 jari lalu membenamkan jari saya ke cairan jernih tinta itu-yang berwarna keungu-unguan- hahahaha. Ustadz fahrudin kembali memarahi saya. saya tidak peduli lagi. Saya bahkan tidak berkeringat dingin lagi. Karena justru inilah yang saya rindu. Rindu sekali dimarah-marah begini. rindu sekali diceramahi begini. intinya jika boleh, saya hanya mau dimarahi terus kalau begini =D
"Oh .. jadi kalau ba cap tiga jari itu harus pake tangan kiri ustadz? ohahahaha" saya tertawa serenyah mungkin. saya hanya ... hanya mengekspresikan kebahagiaan saya itu dari tawaku sendiri. saya tidak tertawa untuk cap 3 jari itu. melainkan ekspresi kebahagiaan saya ketika bisa dimarahi lagi seperti ini :D
Pada awalnya setelah kembali membenamkan 3 jari kiri saya dalam tinta2 itu. Jantung saya kembali berdegup kencang. ustadzah mardhiyyah dan ustadz fahrudin kembali memarahi saya yang berkuku panjang. Hahaha, itu hobby saya sejak SD. entah mereka masih mengenali atau tidak yang jelas iya. Itu hobby saya.
Seperti kebiasaan SD saya. kebiasaan ibtidaiyah lebih tepatnya. Ustadz Fahrudin kembali mengutik jari saya. Hahahaha. saya bahkan meminta untuk dikutik lagi. Karena jelas-jelas saya rindu. saya rindu mereka :')
Jantung saya kembali berdegup kencang. Saya tidak pernah merasa se-bahagia ini sebelumnya. Jatuh cinta pun rasanya tidak begini! sweaaar! ustadzh fahrudin kembali memegangi tangan saya, lalu mengucap bismillahirrahmanirrahim sebagai cap 3 jari saya di ijazah tersebut. Tubuh saya bergetar, butiran kristal kembali menumpuk di pelupuk mata saya. SAYA BAHAGIAAAA SEKALIIII!!!!!!
Kalian tahu? Sesampainya dirumah saya membenamkan diri pada tempat tidur saya. Saya menangis sejadi-jadinya. ada part yang saya tidak bisa ceritakan disini. Intinya saya sedih sekali. saya marah sama diriku sendiriii!!! kenapa saya nda sadar kah? intinya subhanallah saja. Bahkan dalam keadaan seperti ini, mereka kembali mengajari saya. Bagaimana kalau misalnya mereka kembali mengajari saya lagi? :"
Saya jadi ingat kalau saya kadang lupa membaca bismillah saat melakukan sesuatu. Saya sering makan berdiri. Saya sering marah. Saya sering melalaikan pesan-pesan ustadz dan ustadzah saya. Then i cried. yes i cried a lot!!!
Ibtidaiyah <3 Makasih sudah menuntun saya. sudah membekali saya sedikit ilmu agama yang bisa saya bawa suatu saat nanti. makasih :"
Demikian halnya dengan saya. Hari ini. tepat hari ini saya pergi ke ibtidaiyah. Mengambil ijazah. Ituloh, yang pernah saya ceritakan. Kalau sampai detik kemarin saya belum mengambil ijazah. Itulah penjejakkan kaki pertama saya setelah 4kali puasa 4kali lebaran, yang nda pulang2. Hahaha. Samaan sama bang toyib yaaa....
Pertama, ada sedikit ketakutan yang tersirat di wajah saya. Degdegan. Gugup. Grogi. Pingsan *lebay! hahaha. Intinya saya nda siap. Saya nda siap lagi buat dimarahi atau disindir tentang kehadiran pertama saya lagi dalam 4 tahun terakhir.
Awalnya saya turun-masih memakai baju SMA-saya langsung menyalimi mereka berdua. Ya, beliau dan beliau. Siapa lagi kalau bukan guru yang saya rindu. Tepat sekali! saya datang di hari yang tepat. Tidak ada ustadzah yang sering menyindir. Tukang sindir lah. hahaha, yang ada hanya ustadzah mardhiyyah dan ustadz Fahrudin. Senyum kebahagian bahkan butiran kristal sudah menghiasi wajah saya ketika melihat mereka.
Mereka awalnya sedikit kaget melihat kedatangan saya yang tiba-tiba. apalagi dengan memakai baju SMA seperti ini. saya hanya cukup ketawa-ketiwi lah. Ehya, awalnya juga .. hanya ustadzah mardhiyyah yang mengenali saya. sedangkan ustadz favorite sekaligus ustadz yang agak tegas itu tidak mengenali saya sama sekali lagi-_-' yah akhirnya mau tidak mau saya meyakinkan ustadz fahrudin untuk mengenal saya kembali.
"Ustadz te kenal lagi"
"Ais ustadz -_-' itu ustadz eh. yang saya punya ade dulu dan"
"ustadz lupa"
"ingat2 ulang ustadz. ayolaaaaaaaaah" paksa saya kepada ustadz fahrudin
"Oooh, yang tinggal diponegoro itu kan?"
"Iyeee hihi. ustadz sudah ingat toh?"
Kemudian saya memasuki kantor. Cukup berbeda memang. Hanya 5 ustadz/ustadzah-lama yang masih bertahan disini. Mereka tetap mengabdikan diri mereka dalam bangunan ini, bangunan yang entah sudah puluhan bahkan mungkin ratusan tahun umurnya.
Awalnya saya bahagia sekali. Ketawa-ketiwi bahkan sempat menanyakan berbagai pertanyaan ttg kawan-kawan lama saya dulu. ternyata sebagian besar dari mereka belum mengambil ijazah lhooo. Hahaha ada juga temanku dan.
Wajah ustadzah mardhiyyah masih sama. masih seteduh itu. Masih se-penyayang itu. terus terang saya rindu terhadap sosok yang satu ini. Beliau lebih banyak mengajarkan saya tentang memaknai hidup. Bahkan dibanding SD, saya lebih merindui sosok-sosok yang meneduhkan hati ini. saya rinduuuuuu sekaliiii!!!
awalnya, saking yah begitulah. saya mengambil cap 3 jari lalu membenamkan jari saya ke cairan jernih tinta itu-yang berwarna keungu-unguan- hahahaha. Ustadz fahrudin kembali memarahi saya. saya tidak peduli lagi. Saya bahkan tidak berkeringat dingin lagi. Karena justru inilah yang saya rindu. Rindu sekali dimarah-marah begini. rindu sekali diceramahi begini. intinya jika boleh, saya hanya mau dimarahi terus kalau begini =D
"Oh .. jadi kalau ba cap tiga jari itu harus pake tangan kiri ustadz? ohahahaha" saya tertawa serenyah mungkin. saya hanya ... hanya mengekspresikan kebahagiaan saya itu dari tawaku sendiri. saya tidak tertawa untuk cap 3 jari itu. melainkan ekspresi kebahagiaan saya ketika bisa dimarahi lagi seperti ini :D
Pada awalnya setelah kembali membenamkan 3 jari kiri saya dalam tinta2 itu. Jantung saya kembali berdegup kencang. ustadzah mardhiyyah dan ustadz fahrudin kembali memarahi saya yang berkuku panjang. Hahaha, itu hobby saya sejak SD. entah mereka masih mengenali atau tidak yang jelas iya. Itu hobby saya.
Seperti kebiasaan SD saya. kebiasaan ibtidaiyah lebih tepatnya. Ustadz Fahrudin kembali mengutik jari saya. Hahahaha. saya bahkan meminta untuk dikutik lagi. Karena jelas-jelas saya rindu. saya rindu mereka :')
Jantung saya kembali berdegup kencang. Saya tidak pernah merasa se-bahagia ini sebelumnya. Jatuh cinta pun rasanya tidak begini! sweaaar! ustadzh fahrudin kembali memegangi tangan saya, lalu mengucap bismillahirrahmanirrahim sebagai cap 3 jari saya di ijazah tersebut. Tubuh saya bergetar, butiran kristal kembali menumpuk di pelupuk mata saya. SAYA BAHAGIAAAA SEKALIIII!!!!!!
Kalian tahu? Sesampainya dirumah saya membenamkan diri pada tempat tidur saya. Saya menangis sejadi-jadinya. ada part yang saya tidak bisa ceritakan disini. Intinya saya sedih sekali. saya marah sama diriku sendiriii!!! kenapa saya nda sadar kah? intinya subhanallah saja. Bahkan dalam keadaan seperti ini, mereka kembali mengajari saya. Bagaimana kalau misalnya mereka kembali mengajari saya lagi? :"
Saya jadi ingat kalau saya kadang lupa membaca bismillah saat melakukan sesuatu. Saya sering makan berdiri. Saya sering marah. Saya sering melalaikan pesan-pesan ustadz dan ustadzah saya. Then i cried. yes i cried a lot!!!
Ibtidaiyah <3 Makasih sudah menuntun saya. sudah membekali saya sedikit ilmu agama yang bisa saya bawa suatu saat nanti. makasih :"
Minggu, 02 September 2012
Hampa
Semuanya kini terasa hampa. hening. yang ada hanya kesunyian. kesepian. Runyam, Kebahagiaan itu rusak. Dihancurkan oleh ombak kecurigaan yang masih menjadi teka-teki. Tapi tenanglah .. ombak tidak memakan habis semuanya. Masih ada yang tersisa. Masih ada... Iya masih ada.
Bukan hanya tempat ini. tapi... seandainya kalian lebih peka lagi. Hatiku juga terasa hampa. Kemana semua canda tawa itu? kemana semua keberanian itu? kau tahu? tolong tunjukkan aku arahnya. Tolong! biarkan aku menjemput kebahagiaan itu. Keberanian itu. lalu biarkan aku mengganti kehampaan beserta derai air mata ini menjadi mereka.
Bukan hanya tempat ini. tapi... seandainya kalian lebih peka lagi. Hatiku juga terasa hampa. Kemana semua canda tawa itu? kemana semua keberanian itu? kau tahu? tolong tunjukkan aku arahnya. Tolong! biarkan aku menjemput kebahagiaan itu. Keberanian itu. lalu biarkan aku mengganti kehampaan beserta derai air mata ini menjadi mereka.
Sabtu, 01 September 2012
Dendam. Mengapa harus menyimpan dendam? Oh, Aku mengerti. Benar-benar mengerti.Mungkin semuanya terlalu pahit untuk dicicipi, kan? Tapi tidak bisakah kau menerimanya bahkan untuk sedikit saja? Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah ini? Kembali membalas dengan faktor luka lama? hahahaha. Caramu terlalu kekanak-kanakkan sayang.
ehm. Iya. Satu pertanyaan yang selalu mengitari benakku saat ini. Mengapa masih menghantui bayangannya? Mengapa hasrat untuk kembali ke pangkuannya selalu membayang-bayangimu? Mengapa kau mencoba untuk datang lagi dalam kehidupan bahagia ini? Mengapa?
Kau tahu? Semuanya sudah berakhir. Kehidupan bahagia ini, sejatinya takkan lama. Kehidupan bahagia ini sudah sedikit tercoreng, sayang. Tapi, setidaknya .. Kehidupan bahagia ini akan tetap menjadi bahagia tanpa kehadiranmu. sama sekali tanpa kehadiranmu.
ehm. Iya. Satu pertanyaan yang selalu mengitari benakku saat ini. Mengapa masih menghantui bayangannya? Mengapa hasrat untuk kembali ke pangkuannya selalu membayang-bayangimu? Mengapa kau mencoba untuk datang lagi dalam kehidupan bahagia ini? Mengapa?
Kau tahu? Semuanya sudah berakhir. Kehidupan bahagia ini, sejatinya takkan lama. Kehidupan bahagia ini sudah sedikit tercoreng, sayang. Tapi, setidaknya .. Kehidupan bahagia ini akan tetap menjadi bahagia tanpa kehadiranmu. sama sekali tanpa kehadiranmu.
Kamis, 09 Agustus 2012
Galau,u
Well, Saya depresi teman-teman sekalian DEPRESIII!! Bagi kalian yang cewek pasti sudah terbiasa berpikir tentang inilah itulah. Iya, saya sering begitu. Tapi semuanya lebih lebih lebih dahsyat lagi. Saya stres. Saya mau gila. T__________T
Tapi kali ini saya lagi nda mau bahas tentang itu dulu. Sekarang saya hanya mau ngebahas tentang daftar yang memuat tentang apa yang sedang saya pikirkan sekarang -.- Huhuhu. Iya, salah satu penyebab yang buat saya galau itu... Saya pengen cepat-cepat kuliah. Pengen cepat-cepat kerja. Intinya begitu. Tidak tau kenapa tiba-tiba saya ingiiiin sekali Makan, bahkan memenuhi kebutuhan saya dari hasil kerja keras saya sendiri. Saya pengeeeeeeeeeeen T.T Hiks.
Emm, aneh ya... Kok saya tiba-tiba kepengen kuliah si? Padahal dulu... Boro-boro kuliah, bicara tentang kuliah saja saya nda mau! Sebenarnya saya nda mau berbicara bahkan berpikiran terlalu jauh. Jauh sekali seperti ini. Tapi... Sikonnya yang memaksa saya. Walaupun saya mencoba untuk berlari, Cepat atau lambat-pun waktu akan membawa saya ke kata-kata yang paling saya GALAU-I sepanjang masa. Iyaa... Kuliah.
Sejak saya umur 4 tahun. Saya kepengen sekaliiiii jadi DOKTER. Pengen sekali. Mau sekali. Hingga saya kelas 1 SMP saya berubah pikiran. Saya adalah orang yang benci menunggu. Semakin lama peminat fakultas kedokteran itu semakin banyak. Iya semakin banyak. eits=.= Bukan berarti saya takut bersaing sih. Tapi di satu sisinya lagi saya berpikir kalau kedokteran itu... Butuh perjuangan. Perjuangan besar-.- "Nothing best ever come that easy" sesuatu yang best itu tidak pernah datang dengan mudah. Tapi satu hal! Sekali lagi saya mau cepat-cepat kerja. itu saja. Hahaha
Tadi Ibu kasih tau ke Ayah, Kalau ada Kerja yang menerima anak tamatan SMA saya langsung kerja disana. Hihihi, BUKAN BERARTI SAYA NGGAK LANJUT KULIAH. Saya tetap lanjut kok. Tapi sambil kuliah sambil kerja. Itu impian saya-___________-" Mungkin terlalu tinggi ya. Hahaha. Impossible sekali.
Ayah bilang kerja yang begitu itu hanya bisa ba antar-antar kue di kantor. Ba antar-antar surat. Ba bikin kopi. HEEEEY WHAT THE H...................................................................................................Ah au ah. Bodo. Orang itu maunya kerja dimana kek. Di bank. Di mana begitu -..-
Tapi yah gitu deh. Doain semoga saya jadi sukses dunia akhirat aja ya. ngehehehe. Aaamin o:)
Tapi kali ini saya lagi nda mau bahas tentang itu dulu. Sekarang saya hanya mau ngebahas tentang daftar yang memuat tentang apa yang sedang saya pikirkan sekarang -.- Huhuhu. Iya, salah satu penyebab yang buat saya galau itu... Saya pengen cepat-cepat kuliah. Pengen cepat-cepat kerja. Intinya begitu. Tidak tau kenapa tiba-tiba saya ingiiiin sekali Makan, bahkan memenuhi kebutuhan saya dari hasil kerja keras saya sendiri. Saya pengeeeeeeeeeeen T.T Hiks.
Emm, aneh ya... Kok saya tiba-tiba kepengen kuliah si? Padahal dulu... Boro-boro kuliah, bicara tentang kuliah saja saya nda mau! Sebenarnya saya nda mau berbicara bahkan berpikiran terlalu jauh. Jauh sekali seperti ini. Tapi... Sikonnya yang memaksa saya. Walaupun saya mencoba untuk berlari, Cepat atau lambat-pun waktu akan membawa saya ke kata-kata yang paling saya GALAU-I sepanjang masa. Iyaa... Kuliah.
Sejak saya umur 4 tahun. Saya kepengen sekaliiiii jadi DOKTER. Pengen sekali. Mau sekali. Hingga saya kelas 1 SMP saya berubah pikiran. Saya adalah orang yang benci menunggu. Semakin lama peminat fakultas kedokteran itu semakin banyak. Iya semakin banyak. eits=.= Bukan berarti saya takut bersaing sih. Tapi di satu sisinya lagi saya berpikir kalau kedokteran itu... Butuh perjuangan. Perjuangan besar-.- "Nothing best ever come that easy" sesuatu yang best itu tidak pernah datang dengan mudah. Tapi satu hal! Sekali lagi saya mau cepat-cepat kerja. itu saja. Hahaha
Tadi Ibu kasih tau ke Ayah, Kalau ada Kerja yang menerima anak tamatan SMA saya langsung kerja disana. Hihihi, BUKAN BERARTI SAYA NGGAK LANJUT KULIAH. Saya tetap lanjut kok. Tapi sambil kuliah sambil kerja. Itu impian saya-___________-" Mungkin terlalu tinggi ya. Hahaha. Impossible sekali.
Ayah bilang kerja yang begitu itu hanya bisa ba antar-antar kue di kantor. Ba antar-antar surat. Ba bikin kopi. HEEEEY WHAT THE H...................................................................................................Ah au ah. Bodo. Orang itu maunya kerja dimana kek. Di bank. Di mana begitu -..-
Tapi yah gitu deh. Doain semoga saya jadi sukses dunia akhirat aja ya. ngehehehe. Aaamin o:)
Selasa, 07 Agustus 2012
Aqua Timez - Chiisana Tenohira (Telapak tangan kecil)
Eeeem. Ini ada translation lagu jepang. Saya suka sih-.- Pertama kali dikasih sama Kak Angga. Itu loh teman saya yang kenal lewat omegle-.- ngehehehe. Dikasih-in sih tahun lalu, Tapi baru sempet post-nya sekarang. Cekidot gays :--)
Tubuhku memahami hatiku lebih baik daripada diriku
Ketika aku gugup keringat akan mengalir deras ke bawah telapak tanganku
Setiap saat, aku bertanya-tanya,dan menggeram dalam air mata yang seharusnya berhenti
Itu mengajariku tentang apa yang disebut menyesali kesedihan
Aku telah memasukkan kata-kata harapan kedalam tas-tas ku untuk menghentikan perjalanan
Dalam perjalanan pulang, kau menghentikanku
Saat itu juga, ketika aku tidak bisa memilih kata yang tepat
Kau memelukku erat tanpa berkata apa-apa
Meskipun begitu, hanya akan menambah perasaan kesepian
#Tapak tangan kecil yang selalu ada disisiku
menepuk pundakku ketika aku sedang terduduk
menolongku dengan kehangatan
yang lebih indah dari hiasan kata-kata yang pernah ada
Ada saat dimana semuanya pernah perjalan dengan baik
Pasti ada saat dimana semuanya tidak berjalan dengan baik
Saat itu orang-orang akan menyadari pentingnya arti kehadiran seseorang,
Untukmu, yang mencintaiku tanpa peduli orang macam apa aku ini
Terima kasih, karena selalu ada di sisiku
Ketika aku berbaring di rumput dan memandangi awan-awan yang mengalir
Aku menemukan kembali hatiku yang damai, meskipun hanya sedikit
Ditempat itu rasanya aku menjadi lebih lembut dari kemarin
Aku disadarkan oleh kenyataan bahwa aku semakin buruk saat ditinggal sendiri
Tapi tetap saja, dari kejauhan aku terpesona oleh keajaiban bunga yang bergoyang
Yang setiap hari seharusnya dilindungi telah mengering
Pada hari yang lalu, aku tidak menyadari masa mudaku karena aku telah berlari melewatinya,
Aku sadar bahwa aku telah melewatkan orang terpenting dalam hidupku
#Aku tidak bisa hidup hanya dengan perasaan yang indah
Langit yang dijanjikan telah ternoda
Meskipun di bawah langit transparan seindah itu
Dibawah langit biru aku bersumpah dengan kata "pasti ..."
Aku tidak mampu melepaskan cita-citaku patah dengan tanganku
Aku menoleh ke belakang pada kehidupanku, tetapi
Jika hanya menoleh ke belakang,hanya mendapati hari esok yang menyedihkan
Kita tidak punya pilihan lain kecuali maju ke depan
Demi orang yang dicintai yang ada didepan mata kita
Ringan menyentuh bekas luka yang tak telihat di mataku
Yang disebut tentang tapak tangan lembutmu
Kehadirang orang terpenting disisiku saat ini
Jauh lebih baik dari menerima tepuk tangan dari seluruh di dunia
Hidup dalam hari-hari yangi sibuk dengan keraguan
Saat itu bahkan rasa simpati menjadi tidak bermakna
Untukmu, orang yang mencintai seseorang sepertiku
Aku membuat lagu "terima kasih" ini
Tidak cukup dengan kata-kata,pasti aku tidak akan mampu meraihmu (lagi)
Tidak cukup dengan kata-kata, tapi, tapi
terima kasih....
Ketika aku gugup keringat akan mengalir deras ke bawah telapak tanganku
Setiap saat, aku bertanya-tanya,dan menggeram dalam air mata yang seharusnya berhenti
Itu mengajariku tentang apa yang disebut menyesali kesedihan
Aku telah memasukkan kata-kata harapan kedalam tas-tas ku untuk menghentikan perjalanan
Dalam perjalanan pulang, kau menghentikanku
Saat itu juga, ketika aku tidak bisa memilih kata yang tepat
Kau memelukku erat tanpa berkata apa-apa
Meskipun begitu, hanya akan menambah perasaan kesepian
#Tapak tangan kecil yang selalu ada disisiku
menepuk pundakku ketika aku sedang terduduk
menolongku dengan kehangatan
yang lebih indah dari hiasan kata-kata yang pernah ada
Ada saat dimana semuanya pernah perjalan dengan baik
Pasti ada saat dimana semuanya tidak berjalan dengan baik
Saat itu orang-orang akan menyadari pentingnya arti kehadiran seseorang,
Untukmu, yang mencintaiku tanpa peduli orang macam apa aku ini
Terima kasih, karena selalu ada di sisiku
Ketika aku berbaring di rumput dan memandangi awan-awan yang mengalir
Aku menemukan kembali hatiku yang damai, meskipun hanya sedikit
Ditempat itu rasanya aku menjadi lebih lembut dari kemarin
Aku disadarkan oleh kenyataan bahwa aku semakin buruk saat ditinggal sendiri
Tapi tetap saja, dari kejauhan aku terpesona oleh keajaiban bunga yang bergoyang
Yang setiap hari seharusnya dilindungi telah mengering
Pada hari yang lalu, aku tidak menyadari masa mudaku karena aku telah berlari melewatinya,
Aku sadar bahwa aku telah melewatkan orang terpenting dalam hidupku
#Aku tidak bisa hidup hanya dengan perasaan yang indah
Langit yang dijanjikan telah ternoda
Meskipun di bawah langit transparan seindah itu
Dibawah langit biru aku bersumpah dengan kata "pasti ..."
Aku tidak mampu melepaskan cita-citaku patah dengan tanganku
Aku menoleh ke belakang pada kehidupanku, tetapi
Jika hanya menoleh ke belakang,hanya mendapati hari esok yang menyedihkan
Kita tidak punya pilihan lain kecuali maju ke depan
Demi orang yang dicintai yang ada didepan mata kita
Ringan menyentuh bekas luka yang tak telihat di mataku
Yang disebut tentang tapak tangan lembutmu
Kehadirang orang terpenting disisiku saat ini
Jauh lebih baik dari menerima tepuk tangan dari seluruh di dunia
Hidup dalam hari-hari yangi sibuk dengan keraguan
Saat itu bahkan rasa simpati menjadi tidak bermakna
Untukmu, orang yang mencintai seseorang sepertiku
Aku membuat lagu "terima kasih" ini
Tidak cukup dengan kata-kata,pasti aku tidak akan mampu meraihmu (lagi)
Tidak cukup dengan kata-kata, tapi, tapi
terima kasih....
Minggu, 05 Agustus 2012
Did you close your eyes?
"You'd always say that you hate to see me hurt and you hate to see me cry. So all of those times that you hurt me, did you close your eyes?"