Kamis, 29 November 2012

aha :p

Assalamu'alaikum...kum...kum...

    Hello...lo...lo..low world! how's life? a lil bit bad? good? awesome? fantastic? amazing? XD hahaha me too, as always :p
    Heeeem. udah seabad ya kita ga ketemu lagi. linduh uh-_- apalagi nulis-nulis di blognya. rindu buangedh-..- kalian sendiri tau kan si penulis blog yang cantik manis imut dan kecenya kayak badai topan dan tsunami itu sibuknya luar biasa :p makanya baru sempat nulis....mbehehehehe.

   ehem iyaaaa. iyaaa. saya rindu menulis loh :( rindu mencurahkan isi hati saya di blog ini *backsoundhorror XD karena hanya melalui tulisan, orang-orang dapat mengutarakan apa yang sesungguhnya ia rasakan. dengan menulis kalian bebas berekspresi. dengan menulis kadang membuat semua orang tenang. tapii sayangnya akibat sudah terlalu lama vakum di blog, saya seperti miskin kata-kata loh-.- ibaratnya lagi haus, pengen minum tapi nda ada minum. jari-jari saya seperti kaku untuk menumpahkan bahkan hanya untuk sebaris kata disini-____________________-"

   hh. tapi yasudahlah. saya minta doa kalian ya cems cems, semoga penyakit "asing" ini cepat hilangnya. hehehe, aamin amin :D daaaaaaaah
Share:

Jumat, 12 Oktober 2012

   dia datang untuk mengadu rupanya. berjalan terenta-renta menuju bibir pantai. Matanya masih se-sayu itu, se-sembab itu. Lingkaran hitam di matanya tergambar jelas di wajahnya. raut mukanya penuh kecemasan, penuh dengan kesedihan    Mungkin ia tidak begitu pintar dalam menyembunyikan kesedihannya    peluh yang menghiasi dahinya kini terlihat jelas seiring pergantian senja.


    sekali lagi, ia datang untuk mengadu. ia datang mengadu atas semua permasalahan hidupnya. ia datang untuk berbagi kesedihan kepada ombak. Memberitakan pada dunia bahwa batinnya nelangsa.
    Nihil. Sejauh matanya memandang, ia tak menemukan secercah harapan disana. Laut yang selama ini menjadi penopang rahasianya hanya bisa bungkam. Ombak-pun tak mengeluarkan suara banyak. sunyi. senyap. hancur. runyam. kesedihan beserta keheningan mulai bercampur aduk rupanya.

   Hidup dalam kemunafikkan mungkin membuatnya semakin lemah. Titik kejenuhan bahkan keputusasaannya telah memuncak. hingga... Ombak yang semula bungkam, kembali bicara. kembali menjawab semua pertanyaan yang ia lontarkan, kembali merespon semua cerita hidupnya. Ombak itu bangun. Ombak itu benar-benar bangun! ombak itu bangun. ia datang dengan ganas, memporak-porandakkan serta meluluhlantakkan semua mimpinya. mimpinya untuk hidup bahagia kini musnah sudah.

    Tubuh pasrahnya hanya bisa menatap puing-puing yang tersisa dari sisa hantaman ombak itu. bahkan detik yang melihat kejadian itupun tidak sempat berkata-kata. Ia hanya dapat meratapi semuanya. Bak dihujam paku berkarat, tongkat harapan yang selama ini mampu membuatnya bertahanpun tidak sanggup lagi untuk menopangnya. Ia kemudian tersungkur. terjatuh. lalu kemudian menangis. oh tidak apa kataku tadi? menangis? iya. dia akhirnya menangis! matanya yang sembab bahkan hampir kekeringan air mata itu kembali menangis. Ia akhirnya benar-benar menjatuhkan air mata kesakitan itu.

Ombak, pantai, laut. teman yang selama ini menjadi seperti sebuah rumah baginya. Tempatnya mengadu semua permasalahan hidupnya kini justru berganti menjadi tanaman duri di jalan hidupnya.

Share:

  Ia datang, dan muncul begitu saja. Membelah keramaian. Menciptakan keheningan. Menimbulkan tanda tanya yang tak terdefinisi. Ia menatap anak-anak yang sedang sibuk memainkan butiran pasir itu. membentuk istana imajinasi mereka. membentuk istana impian mereka. yang mungkin menjadi impian mereka suatu saat nanti.
   Tapi tunggu! Tunggu sebentar! apa yang ia lakukan di tempat ini? tapi lihatlah! semua orang memandangnya dengan tatapan yang penuh keheranan. penuh dengan tanda tanya. atau penuh dengan kekesalan mungkin? entahlah. rasanya ia seperti orang asing yang datang dari planet selain bumi. ia seperti sendiri. sampah dari mana orang itu?    begitulah kata orang-orang di sekitar pantai. Ia seperti tersudut di tengah keramaian.
Share:

Kamis, 20 September 2012

Desiran halus itu.

Desiran halus itu selalu saja ada. Selalu saja datang. Inikah yang namanya cinta? lalu perasaan itu? kemana larinya perasaan itu? apakah ia telah tersingkirkan oleh desiran di dalam darah ini? perasaan yang datang begitu saja lalu mengganti bahkan merubah segalanya? semoga saja.
Share:

Senin, 03 September 2012

Ibtidaiyah :")

R I N D U. 5 kata yang tak dapat dideskripsikan dengan kata-kata. Istilahnya more than words lah. Suatu perasaan yang bisa saja pada saat kelahiran pertamanya membuncah begitu saja. hingga meninggalkan keping-keping rasa yang tak tersampaikan.

  Demikian halnya dengan saya. Hari ini. tepat hari ini saya pergi ke ibtidaiyah. Mengambil ijazah. Ituloh, yang pernah saya ceritakan. Kalau sampai detik kemarin saya belum mengambil ijazah. Itulah penjejakkan kaki pertama saya setelah 4kali puasa 4kali lebaran, yang nda pulang2. Hahaha. Samaan sama bang toyib yaaa....

   Pertama, ada sedikit ketakutan yang tersirat di wajah saya. Degdegan. Gugup. Grogi. Pingsan *lebay! hahaha. Intinya saya nda siap. Saya nda siap lagi buat dimarahi atau disindir tentang kehadiran pertama saya lagi dalam 4 tahun terakhir.

   Awalnya saya turun-masih memakai baju SMA-saya langsung menyalimi mereka berdua. Ya, beliau dan beliau. Siapa lagi kalau bukan guru yang saya rindu. Tepat sekali! saya datang di hari yang tepat. Tidak ada ustadzah yang sering menyindir. Tukang sindir lah. hahaha, yang ada hanya ustadzah mardhiyyah dan ustadz Fahrudin. Senyum kebahagian bahkan butiran kristal sudah menghiasi wajah saya ketika melihat mereka.

   Mereka awalnya sedikit kaget melihat kedatangan saya yang tiba-tiba. apalagi dengan memakai baju SMA seperti ini. saya hanya cukup ketawa-ketiwi lah. Ehya, awalnya juga .. hanya ustadzah mardhiyyah yang mengenali saya. sedangkan ustadz favorite sekaligus ustadz yang agak tegas itu tidak mengenali saya sama sekali lagi-_-' yah akhirnya mau tidak mau saya meyakinkan ustadz fahrudin untuk mengenal saya kembali.

   "Ustadz te kenal lagi"
   "Ais ustadz -_-' itu ustadz eh. yang saya punya ade dulu dan"
  "ustadz lupa"
  "ingat2 ulang ustadz. ayolaaaaaaaaah" paksa saya kepada ustadz fahrudin
   "Oooh, yang tinggal diponegoro itu kan?"
   "Iyeee hihi. ustadz sudah ingat toh?"
  
   Kemudian saya memasuki kantor. Cukup berbeda memang. Hanya 5 ustadz/ustadzah-lama yang masih bertahan disini. Mereka tetap mengabdikan diri mereka dalam bangunan ini, bangunan yang entah sudah puluhan bahkan mungkin ratusan tahun umurnya.
   Awalnya saya bahagia sekali. Ketawa-ketiwi bahkan sempat menanyakan berbagai pertanyaan ttg kawan-kawan lama saya dulu. ternyata sebagian besar dari mereka belum mengambil ijazah lhooo. Hahaha ada juga temanku dan.

   Wajah ustadzah mardhiyyah masih sama. masih seteduh itu. Masih se-penyayang itu. terus terang saya rindu terhadap sosok yang satu ini. Beliau lebih banyak mengajarkan saya tentang memaknai hidup. Bahkan dibanding SD, saya lebih merindui sosok-sosok yang meneduhkan hati ini. saya rinduuuuuu sekaliiii!!!

  awalnya, saking yah begitulah. saya mengambil cap 3 jari lalu membenamkan jari saya ke cairan jernih tinta itu-yang berwarna keungu-unguan- hahahaha. Ustadz fahrudin kembali memarahi saya. saya tidak peduli lagi. Saya bahkan tidak berkeringat dingin lagi. Karena justru inilah yang saya rindu. Rindu sekali dimarah-marah begini. rindu sekali diceramahi begini. intinya jika boleh, saya hanya mau dimarahi terus kalau begini =D

  "Oh .. jadi kalau ba cap tiga jari itu harus pake tangan kiri ustadz? ohahahaha" saya tertawa serenyah mungkin. saya hanya ... hanya mengekspresikan kebahagiaan saya itu dari tawaku sendiri. saya tidak tertawa untuk cap 3 jari itu. melainkan ekspresi kebahagiaan saya ketika bisa dimarahi lagi seperti ini :D
   Pada awalnya setelah kembali membenamkan 3 jari kiri saya dalam tinta2 itu. Jantung saya kembali berdegup kencang. ustadzah mardhiyyah dan ustadz fahrudin kembali memarahi saya yang berkuku panjang. Hahaha, itu hobby saya sejak SD. entah mereka masih mengenali atau tidak yang jelas iya. Itu hobby saya.
   Seperti kebiasaan SD saya. kebiasaan ibtidaiyah lebih tepatnya. Ustadz Fahrudin kembali mengutik jari saya. Hahahaha. saya bahkan meminta untuk dikutik lagi. Karena jelas-jelas saya rindu. saya rindu mereka :')

   Jantung saya kembali berdegup kencang. Saya tidak pernah merasa se-bahagia ini sebelumnya. Jatuh cinta pun rasanya tidak begini! sweaaar! ustadzh fahrudin kembali memegangi tangan saya, lalu mengucap bismillahirrahmanirrahim sebagai cap 3 jari saya di ijazah tersebut. Tubuh saya bergetar, butiran kristal kembali menumpuk di pelupuk mata saya. SAYA BAHAGIAAAA SEKALIIII!!!!!!

   Kalian tahu? Sesampainya dirumah saya membenamkan diri pada tempat tidur saya. Saya menangis sejadi-jadinya. ada part yang saya tidak bisa ceritakan disini. Intinya saya sedih sekali. saya marah sama diriku sendiriii!!! kenapa saya nda sadar kah? intinya subhanallah saja. Bahkan dalam keadaan seperti ini, mereka kembali mengajari saya. Bagaimana kalau misalnya mereka kembali mengajari saya lagi? :"
   Saya jadi ingat kalau saya kadang lupa membaca bismillah saat melakukan sesuatu. Saya sering makan berdiri. Saya sering marah. Saya sering melalaikan pesan-pesan ustadz dan ustadzah saya. Then i cried. yes i cried a lot!!!

Ibtidaiyah <3 Makasih sudah menuntun saya. sudah membekali saya sedikit ilmu agama yang bisa saya bawa suatu saat nanti. makasih :"

  
Share:

Minggu, 02 September 2012

Hampa

Semuanya kini terasa hampa. hening. yang ada hanya kesunyian. kesepian. Runyam, Kebahagiaan itu rusak. Dihancurkan oleh ombak kecurigaan yang masih menjadi teka-teki. Tapi tenanglah .. ombak tidak memakan habis semuanya. Masih ada yang tersisa. Masih ada... Iya masih ada.

 Bukan hanya tempat ini. tapi... seandainya kalian lebih peka lagi. Hatiku juga terasa hampa. Kemana semua canda tawa itu? kemana semua keberanian itu? kau tahu? tolong tunjukkan aku arahnya. Tolong! biarkan aku menjemput kebahagiaan itu. Keberanian itu. lalu biarkan aku mengganti kehampaan beserta derai air mata ini menjadi mereka.
Share:

Sabtu, 01 September 2012

Dendam. Mengapa harus menyimpan dendam? Oh, Aku mengerti. Benar-benar mengerti.Mungkin semuanya terlalu pahit untuk dicicipi, kan? Tapi tidak bisakah kau menerimanya bahkan untuk sedikit saja? Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah ini? Kembali membalas dengan faktor luka lama? hahahaha. Caramu terlalu kekanak-kanakkan sayang.

   ehm. Iya. Satu pertanyaan yang selalu mengitari benakku saat ini. Mengapa masih menghantui bayangannya? Mengapa hasrat untuk kembali ke pangkuannya selalu membayang-bayangimu? Mengapa kau mencoba untuk datang lagi dalam kehidupan bahagia ini? Mengapa?

   Kau tahu? Semuanya sudah berakhir. Kehidupan bahagia ini, sejatinya takkan lama. Kehidupan bahagia ini sudah sedikit tercoreng, sayang. Tapi, setidaknya .. Kehidupan bahagia ini akan tetap menjadi bahagia tanpa kehadiranmu. sama sekali tanpa kehadiranmu.
Share:

Kamis, 09 Agustus 2012

Galau,u

   Well, Saya depresi teman-teman sekalian DEPRESIII!! Bagi kalian yang cewek pasti sudah terbiasa berpikir tentang inilah itulah. Iya, saya sering begitu. Tapi semuanya lebih lebih lebih dahsyat lagi. Saya stres. Saya mau gila. T__________T
   Tapi kali ini saya lagi nda mau bahas tentang itu dulu. Sekarang saya hanya mau ngebahas tentang daftar yang memuat tentang apa yang sedang saya pikirkan sekarang -.- Huhuhu. Iya, salah satu penyebab yang buat saya galau itu... Saya pengen cepat-cepat kuliah. Pengen cepat-cepat kerja. Intinya begitu. Tidak tau kenapa tiba-tiba saya ingiiiin sekali Makan, bahkan memenuhi kebutuhan saya dari hasil kerja keras saya sendiri. Saya pengeeeeeeeeeeen T.T Hiks.

   Emm, aneh ya... Kok saya tiba-tiba kepengen kuliah si? Padahal dulu... Boro-boro kuliah, bicara tentang kuliah saja saya nda mau! Sebenarnya saya nda mau berbicara bahkan berpikiran terlalu jauh. Jauh sekali seperti ini. Tapi... Sikonnya yang memaksa saya. Walaupun saya mencoba untuk berlari, Cepat atau lambat-pun waktu akan membawa saya ke kata-kata yang paling saya GALAU-I sepanjang masa. Iyaa... Kuliah.

   Sejak saya umur 4 tahun. Saya kepengen sekaliiiii jadi DOKTER. Pengen sekali. Mau sekali. Hingga saya kelas 1 SMP saya berubah pikiran. Saya adalah orang yang benci menunggu. Semakin lama peminat fakultas kedokteran itu semakin banyak. Iya semakin banyak. eits=.= Bukan berarti saya takut bersaing sih. Tapi di satu sisinya lagi saya berpikir kalau kedokteran itu... Butuh perjuangan. Perjuangan besar-.- "Nothing best ever come that easy" sesuatu yang best itu tidak pernah datang dengan mudah. Tapi satu hal! Sekali lagi saya mau cepat-cepat kerja. itu saja. Hahaha

   Tadi Ibu kasih tau ke Ayah, Kalau ada Kerja yang menerima anak tamatan SMA saya langsung kerja disana. Hihihi, BUKAN BERARTI SAYA NGGAK LANJUT KULIAH. Saya tetap lanjut kok. Tapi sambil kuliah sambil kerja. Itu impian saya-___________-" Mungkin terlalu tinggi ya. Hahaha. Impossible sekali.

   Ayah bilang kerja yang begitu itu hanya bisa ba antar-antar kue di kantor. Ba antar-antar surat. Ba bikin kopi. HEEEEY WHAT THE H...................................................................................................Ah au ah. Bodo. Orang itu maunya kerja dimana kek. Di bank. Di mana begitu -..-

   Tapi yah gitu deh. Doain semoga saya jadi sukses dunia akhirat aja ya. ngehehehe. Aaamin o:)
Share: