Selasa, 26 Maret 2019

Psychologically saying...

So guys kali ini gue bakal bahas permasalahan koas gue kemarin. After hampir 3 bulan ini... akhirnya gue ngerasain nangis nangisnya koas kayak gimana. Wajar emangsi kalau orang-orang pada bilang koas gigi kayak neraka ya emang iya. Semasa preklinik gue hampir gapernah nangis, h-5 hari seminar hasil gue bermasalah sama kepala bagian dan dibentak-bentak, surat seminar hasil gue hampir ga keluar karena harus ada ttd beliau, tapi gue ga nangis sama sekali. Gue dituduh nyontek sama dosen gue ga nangis sama sekali. Tapi kemarin gue nangis sampe terisak-isak. Lebay HAHA

I know setiap penjurusan or even bidang gapernah ada yang enak, semua pasti punya lika liku. Koas gigi juga kayak gitu, di satu sisi lo datengin pasien sendiri, nyari pasien sendiri, pada satu kondisi jemput dan pulangin pasien sendiri, dan make sure jadwal pasien lo harus bersesuaian sama jam kedatangan dokter. Ya gimanapun sulit. Nyatuin jadwal pasien, dokter, and dirimu sendiri. Selain itu make sure juga lo ga keliatan bego saat ngelapor di dokter, dan saat ngerjain pasien. artinya siap sedia belajar. di satu sisi pula lu dituntut selesain requirement meanwhile administrasi rumah sakit ribet, dari regist-sampe pembayaran yang bisa makan waktu sejam buat antri. Beruntung ketika dalam momen antri itu dokternya ga pulang, atau pasiennya masih cukup sabar. Kalau nggak? Kebayang kan gimana “nyiksa” nya?

Gue memasuki bagian orto. Orang-orang pada sebut sih behel. Prosesi behel itu memakan waktu berbulan-bulan perawatan, jadi make sure pasien yang kita ambil ga bakal lari dalam waktu bulanan dan komitmen. Kalau lari? Apes dong. Ngulang lagi. Prosesinya juga ribet, cetak dulu, administrasi, acc, cetak lagi, analisis lagi, acc lagi ke dokter. Setelah pembicaraan kasus di hadapan umat koas dimana dirimu bisa saja dibantai abis abisan karena salah ngitung atau salah analisis. Di pembicaraan model kita talking tentang rencana perawatan, semisal dalam pembicaraan tersebut gue menjanjikan buat mundurin giginya sejauh 3 mm ke dalam, jadi rencana perawatan gue harus sesuai dengan realisasinya. Dan kemarin gue ngelakuin hal tersebut.

Gue ngebasis sendiri (nempel nempel semen; ibarat kerja tukang) di model gue sampe jam 2 subuh. Gue booking ruangan. Gue dateng setengah jam sebelum kedatangan. Gue ngeprint absen. malemnya Gue ingetin anak-anak untuk kirim pptnya ke dokter. Dan saat presentasi, PM gue dibatalin sepihak. Dengan alasan ppt gue ga bagus dan kelebihan baris padahal hanya soal pemeriksaan yang barisnya per poin aja. Wajar gasih? Dan menurut gue secara subjektif gue paling siap buat pembicaraan model, karena rencana perawatan temen2 gue yang berhasil lolos ga seideal ekspektasi, masi banyak celahnya juga. Tapi karena alasan ga logis seperti itu gue batal. Gue sakit ati laaaaaaah, dan gue berusaha aja buat sok tegar sok kuat depan audience koas dan para kakak kakak koas. Bayangin dari 5 orang, gue 2 orang dibatalin. Di hadapan orang banyak.

Setelah audience bubar gue kuatin hati buat maju ke dokter tersebut. Yang terkenal aslinya emang baik seantero jagad kandea. Dan tiba tiba dia ngelemparin kata-kata “kenapa kamu malas sekali buat ppt yang kayak punya teman temanmu?” pedes hati gue gengs denger kata-kata tersebut. Bcs malemnya gue pc doi dan doi minta dikirimin ke email dan udah diread doang. Dalam hati gue pengen banget teriak “sudah saya kirim di emailta dok” dan rangkaian kata-kata tersebut tumpah bersama air mata. Gue nangis depannya doi. Bukan karena gue pengen dikasihanin, tapi karena gakuat. Karena gue sakit hati to the max. Karena ini ambang pintu perjalanan pasien gue dan dibatalin gitu aja. If only he knew how i struggle to be in this point...

Semua temen gue bubar kecuali 1 orang. Cowok. Namanya D. Gaperlu gue jelasin dan dia juga lolos. Kata-kata yang dia utarakan dan temen2 gue yang lolos kayak gini:

“yang penting nda sendiri. Kan berdua jitoh yang nda jadi” easy emang sih kalau lolos presentasi saat ituJ
“Semangat nah. Bukan berarti gagal di semuanya” easy emang ya berkata-kata

“nda boleh ko nangis. Harus ko liat kakak yang dibatalkan padahal dia lagi kejar ujian. Ujiannya nda keburumi” easy emang kalau bicaranya post pm dan berbahagia lolos. You did not feel the moment. perbandingan will not ever work at that very moment.

Maafin gue ketus. But honestly whenever you face kasus seperti ini, temen-temen lo yang lagi sedih gapernah butuh kata “semangat” ga pernah butuh kata “sabar, kuat, tabah” tapi psychologically saying lo butuh orang yang ngerti perasaan lo. Yang ngerti gimana rasanya jadi diri lo. Paling-paling ujung ujungnya, sok care. Maafin gue ketus sekali lagi.

At the end karena nangis terus, gue balik ke kosan padahal gue harus minta ttd lagi jam 4 tanda kehadiran. Gue tidur dan ga kerja pasien sama sekali. Gue balik RS jam 4 dengan mata super bengkak (maybe lo udah tau gue gabisa sedih, karena gue nangisnya totalitas sampe mata gue ketutup karena bengkak) terus teman2 pada nanya “awin kenapa?” ofc, i wont answer. Gue gasuka sebenernya ketahuan kalau lagi sedih. But my eyes cant lie. I cried lagi.

It is adel who makes me cry. Jadi gue cerita singkat aja  “Pmku batal”sambil gue bisik si adel.
 “i guess no one would understand” sambung gue dalam hati. Tapi nyatanya gue salah pandang kali ini. Adel perempuan polos yang ga banyak tanya ga banyak bicara. Dia ngeliatin gue sambil senyum getir “nangis mki awin. saya juga pernah seminar hasilku diulang 2 kali. Dan yang kedua kalinya dibatalkan. Saya menangis besar” satu kata penutup yang buat gue pengen meluk adel saat itu. Dia ga bilang semangat, dia ga bilang sabar, dia gabilang masih ada PM yang lain. Tapi dia ngerti. Dia ngerti apa yang gue rasain.

Saat itu gue gakuat. Gue nelfon ibu gue dan ceritain semuanya. Ibu gue responnya “sendiriji dibatalkan PM nya? menghadap mki lagi sekarang nak, biarmi saja dimaki2 diam saja” but gue merasa bukan ini yang gue butuh. Saat seseorang sedih dan lo kasih solusi atau bertanya soal alur kejadiannya, honestly it will not ever work. As for me. En gue matiin telfon ibu gue karena hal tersebut buat gue tambah nyesek aja bcs ga mungkin banget gue menghadap dengan hati yang tidak karuan, dengan mata yang super bengkak.

Dan sepanjang hari gue ditelfon ayah dan ibu because mereka worrying so much. Gue ga angkat karena hp sengaja gue airplane mode. At the end gue angkat telfon ayah habis maghrib. He didnt say so much. Only 6 minutes but it really works.

“istighfar saja nak, baca doa supaya hatinya dosennya bisa diluluhkan, minta sama Allah, supaya dia luluh dan mengasihi seperti anaknya sendiri” I cried lyke much HAHA

“tidak apa apa, mahasiswa memang begitu. Ayah juga pernah diusir dan dimakimaki” I CRIED TOO MUCH MORE

“ayah doakan saya dan. Doakan saja saya supaya lancar”

“doanya ayah tidak pernah putus”

Gue nangis lagi. Bahkan ngetik inipun gue nangis lagi terharu H3H3. Gue cerita lagi ke kakak senior gue yang gue anggap pengertian bet, cowok, dan dia Cuma bilang “KO KAYAK TIDAK PERNAH HIDUP DI KANDEA SAJA. BARUJI 3 BULAN CUPUMI. MASI BANYAK AJANG LIKA LIKU YANG LAIN. BOHONG KALAU SELAMA KOAS TIDAK PERNAH BERURAI AIR MATA. Percaya saja konsepsi rezeki, tidak pernahji salah alamat. Jalani saja” setidaknya gue tenang banget.

Hoiya tadi gue pulang klinik almost tengah malem masi dengan snelli by gojek. Terus gue kelupaan helmnya. “misi mba helmnya” “oiye mas maaf lupa” “capek sekali mki itu di” gue senyum lepas.

Apaya.. bahagia itu sesederhana dipahami. Sesederhana dimengerti. Sekian.
Share:

Minggu, 30 Desember 2018

2018

SOOOO gue habis travelling ke 2 blog andalanGue di sebelah sana. so much inspiring buat pad, karena sebenernya gue juga sedang berusaha melakukan hal yang sama di sepanjang 2018 kemarin. dan sebenernya gue mau post soal klinik, tapi gegara denger backsound blog ain mood gue jadi kebawa lagunya.. my favourite one! dan kepengen nulis 2018 juga. my amazing year too..

2018 has been my very year. a year of incredible things in one. gue travelling ke sumenep selama 8 hari bareng aul akbar, gue terbang bareng 2 tim gue ke malang, pulpa's 2nd anniversary, and a month later gue terima pengumuman kalau tim pkm gue dapat hibah untuk jalanin penelitian, a super struggling and toughest months.. karena gue jalanin sesuatu yang bukan bidang gue. gue belajar bagaimana ngelakuin penelitian pendahuluan, produksi, distribusi, ngurusin perizinan BPOM, Dinkes dan ngurusin paten, gimana gue belajar untuk promosi dan branding walopun ga maksimal.. kesulitannya mungkin karena di satu sisi akademik gue yang jalan setiap hari, disertai organisasi dan skripsi dimana gue kejar target walopun agak telat dikit ehehe. intinya gue belajar sabar, gue belajar setiap sesuatu punya timing dan ada sesuatu yang gabisa kita paksakan. alhamdulillah alaa kulli haal.

di bulan yang sama, i was joining HDSC, tempat trauma gue muncul buat lomba di tahun 2017 karena gue dibantai habis habisan. but ini namanya there comes a rainbow after the rain, i got the first place bareng tim gue setelah kompetisi pertama gagal. ahya setelahnya, gue demis di organisasi yang satu, tapi naik lagi di organisasi internal. gue kepanggil jadi pengurus di ukm, tapi gue nolak. sedih yha kan pasti.. karena ini ukm yang gue perjuangin buat masuk, the hypes of competition tentu masih ada, dan sumbernya dari sini. hanya saja, to me it is important to know your limit. mengambil banyak tanggung jawab tapi ga maksimal menurut gue sama aja dikali dengan nol, dan gue gamau itu terjadi hehe

di pertengahan tahun, gue ngejalanin kkn selama 49 hari. lucu ajasi kkn yang begitu singkat tapi perasaannya dalam. gue jadi sekretaris kecamatan yang isinya 12 desa. dimana at the same time gue booming se antero kkn-pk karena terlibat cinta lokasi bahkan sampe kedengeran di wd3 fk*lap keringat* hmm lucu ajasi karena setiap kunjungan posko yang dalam kisaran menit lu bisa saling kenal sama 11 orang lintas fakultas kesehatan sekaligus. dan total kenalan lu bisa mencapai puluhan orang. bisa saling follow instagram, bisa nginep dan kerjasama with posko lain, yaa pokoknya gue banyak belajar soal kehidupan, gue belajar masak!!!HAHAHA. gue belajar lebih terorganisir, dan yang paling penting gue belajar untuk berani pulang pergi naik angkot sendirian makassar-takalar. :")

beberapa bulan setelahnya, setelah gue puas senyam senyum everyday.. that day finally hits me. a heartbreaking truth where all the things left was, acceptance yang jujur gue jadi kembali dingin soal jatuh cinta. dan gue ga akan pernah lupa juga soal gempa, tsunami, likuifaksi yang buat air mata gue ga berhenti bercucuran. yang buat tidur gue ga pernah tenang mikirin betapa gelap dan menyedihkannya palu saat itu. yang buat makanan gue rasanya hambar. yang buat semangat gue ilang hampir berminggu minggu hanya dalam waktu sepersekian menit. yang buat gue kangen at its max. palu ngataku.

masih edisi, life is about balancing... di tanggal 17 oktober, tepat di hari ulang tahun ibu. gue seminar akhir ditemani keluarga gue lengkap. yang buat gue terharu, orang tua gue yang ga berenti senyam senyum saat itu. yang gue ga nyangka gue terima banyaaaak banget hadiah yang apaya.. it was beyond of my expectations. i do not even know what did i do, to deserve all of their kindness. kenapa baik banget sih:") ohiya, di tahun ini juga gue jadi deket banget sama pembimbing skripsi gue di luar hubungan kita sebagai mahasiswa dan dosen, gue kadang ditelfon, kalau ketemu gue pasti cium tangan dan cipika cipiki, lykeeeeeee gatau intinya gue seneng banget sampe speechless hehe.

di bulan november gue joining competition walopun ga menang sih.. yang bikin gue bersyukur it was kompetisi of anak FK, dan gue jadi satu satunya tim dari fkg yang ikut presentasi di final walopun ga menang. but i am such a satisfier for this thing. dan di bulan yang sama pula, gue keterima di klinik dosen gue, gabisa bohong sih kalau capeknya kebangetaaaan karena kerjanya dari sore sampe malem, bisa kena jam 11:30 malah setiap harinya. hanya saja ilmu dan pengalamannya banyak banget alhamdulillah, darisini gue belajar komitmen karena lyke really gue bakalan magang sampe gue dokter nanti, dan wajib kerja 3 bulan dulu terus balik melaksanakan kewajiban yang lain.

and yeash! december. gue yudis dan wisuda at the age of 20th, within the span of 3,4 years. walaupun banyak yang lebih jagosih ketimbang gue. tapi jadi seorang self appreciator gapapa kan ya ehehe. yang bikin gue terharu lagi di wisuda gue banyak banget yang datang sampe setengah 3 masih ada malah. hadiah gue banyak banget:") gue pikirnya terhenti di sidang akhir doang, huhu cant thank you enough for this thing. alhamdulillah, alhamdulillahhirrabbil alamiiiiin.. terima kasih yaaAllah untuk segala kebahagiaan dan kesulitan yang selalu ada hikmah dibaliknya. sekian for today, thank you for such amazing year, 2018!
Share:

Selasa, 06 November 2018

Jangan dibaca. Entar nyesel.


Sejak my huge heart break happened, gue started to commit myself buat jadi seorang awind yang ideal di mata orang-orang. Gue berusaha menutup diri dari segala bentuk rasa kasmaran. Gue bener bener fokus aja ke akademik gue, ke organisasi gue, intinya gue berusaha jadi the best versions of my self.. yang tanpa sadar sebenernya gue literally sedang faking my own self. Ini sebenernya bentuk pelampiasan dari rasa sakit hati gue, dari dendam gue, dari kegilaan perasaan gue AHAHA lebay banget tapi iya. Gue gapernah rasa selemes saat itu in days. Pokoknya gue ga mau ngulang rasanya lagi deh titik.

Alhasil, for these past 3 years gue dikenal sebagai awind yang periang-kerjanya hahahihi-kalem-(sok) bijak-dewasa. Penilaian orang sih ini. Gue cuma summing up aja. Gue dikenal ga pernah marah. Karena emang gue gapernah marah ke orang yang gue merasa ga deket*nah loh?. Yang gue suka dari temen angkatan gue, di satu sisi they treated me as my own self, yang super spoiled dan juga childish. Tapi di satu sisi they trust my ability to be a real woman. Yang kayak.. gue seperti “dianakkecilkan” or being so apa ya amitamit manggil nama “ih awin juga mau ini” “ih awind ndatau” “ih awin nda mau” but in another sides they acknowledge my ability in taking decisions. Even in hard decisions. Handling anything. Kayak komunikasi ke senior dan dosen, or even kalau ada masalah. Ini hal baru yang gue dapetin disini... karena sejujurnya sewaktu di sekolah dulu gue gapernah dapetin kesempatan untuk dipercaya wholeheartedly:”) *perasaan gue doang sih*Intro gue kepanjangan lagi yakan hm. 

Gue dan dia adalah 2 kepribadian yang berbeda. Doi suka main cewek, dan gue gapernah sentuh cowok lagi for these 3 years. Karena gue trauma juga sih. Dia superberada dan rada hedon, gue cewek biasa aja, naik motor lagi. Dia anak fk, gue anak fkg. Kesamaan kita? Organisatoris iya. Suka haha hihi. Cepet banget overrated sama sesuatu WKWK. Both of us rada sanguin. Suka main. Dan perasaannya halus. I mean, we are using our feeling in taking decision. Dia ENFJ dan gue INFP. Cocoknya 100% banget katanya. Aries dan Leo, as he always believed. Katanya cocok. Katanya. Tapi gue masih gapercayaan orangnya. Gue susah percaya orang.

Saat gue jadian kemarin, temen gue semua di fkg pada kaget dan heboh. “inimi oleh oleh yang kobawa setelah kkn?” gue hanya bisa bales senyum doang. Karena gue udah terlanjur making my self terlihat sebagai orang yang ga sentuh cowo sama sekali. Gue gapernah tuh post galau galau di instastory gue. Gapernah bicarain cowok. For almost 3 years. Boncengan ama cowo aja gue milih, malah bisa di hitung dengan jari dalam 3 tahun ini. Gue keliatan tapi hidden. Gimana ya bahasainnya.. They didnt know me actually. Bukan karena mereka failed, tapi karena gue yang gamau keliatan. Gue yang gamau diketahui terlalu detail. Dan a thing that i should be thankful for, angkatan gue udah merasa kayak saudara semuanya. Jadi anything harus diketahui. Ya kayak GRDlah.. mace pace pacar itu hal wajib yang harus diketahui satu sama lain. Tapi gue bukan kayak gitu.. sejak gue pacaran pertama kali gue gapernah libatin orang dalam taking decision soal perasaan. Gue gamau ada faktor x yang mempengaruhi ini. Ya ini hal bodoh sih. Purely by feeling. Tapi udah diminished kok hehehe. INTRO GUE KEPANJANGAN LAGI.

Otherwise, di FK semua orang juga pada heboh. Gossipers everywhere. Lu bayangin tekanan batin gue karena strata sosial yang mereka bentuk. Gue jauh sangat sederhana dari standar cewe yang biasa doi deketin. Gue gatau gaya, gue gatau makeup, beli barang ga berdasarkan brand. Kebayang kan tekanannya gimana, apalagi di FK banyak yang cantik dan dia salah satu cowo idaman. They even said he was a masterpiece. Gue kesannya kayak upik abu di mata mereka.. i wrote this with my heart just to let you know. Ya tapi tetep ada juga sih yang supporting gue. H3H3

Sejak gue jadian, semua cowok di angkatan gue berasa jauh dari gue. Ketua angkatan gue musuhin gue kayak anak kecil yang buat gue kesel setengah hidup. Gue kayak kehilangan orang. Iyasih karena mereka ga sepakat gue pacaran. Gue tau sih kalau mereka sayang, tapi apayaaaaaaaaa kalian ngerti gasih kalau terlanjur sayang dan percaya orang?!?!?!?! Sulit banget mendustakan perasaan ini hiyak wkwkwk. Mereka kayak jaga jarak, seems lyke “awind this is not us. Dia bukan tipe kita” karena yang harus kalian ketahui pulpa itu just lyke anak alz, mau sekaya apapun kita bertingkah sederhana. Dan gue selalu dihempas dengan pertanyaan “bahagia jko kah wind?” repeatedly. Because they know walaupun gue bahagia, gue masih punya banyak alasan untuk sedih. That makes me sad.

Mereka selalu bilang ke gue alasannya “masi lama kan targetnya nikah?” “yakin dalam sekian tahun itu nda ada masalah? Yakin bisa lewati semuanya? Yakin dia nda bakal ketemu orang baru yang buat hatinya pindah? Bisa garansi semua baik baik saja dalam kurun 3-4 tahun ke depan?” okay gue almost in tears HMMMMMMMM. Moi pulfak. Kembarannya stavolt. Tapi they mean so much more to me.

Sampai tiba saatnya saat gue tau dia emang brengsek. Mata gue sembab bukan main. Meanwhile gue udah sebulan ga deket deket amat sama angkatan but they were asking me terribly hard “kenapa awind”9999x “baruji sekian bulan dikasi begini mko?” gue Cuma bisa bohong habis nonton drama korea. Ofc the real friends wont trust it easily. Gue gapernah berani cerita ini ke pulfak, karena gue tahu gue bakal dimarahin besar-besaran. Cowok pertama dan satu satunya yang pernah gue ceritain hanya budi. Mungkin ada yang tau seberapa deketnya gue ke dia sejak maba, till now. Temen sepemikiran gue yang mengertinya luar biasa sekali. Dia ladenin semua tangisan gue selama 2 jam-padahal kita ga talking to each other hampir 2 bulan. Tapi tetap seorang budi yang masih nerima gue-no matter how far i have been walking away-saja masih bilang “KAYAK MAU KUMARAHIKO BESAR BESARAN SEKARANG” fix gue gabisa ceritain ini ke orang lain.

I remember the make up running down his faces. Dan stupid di tulisan gue sebelumnya gue masi bela belain dia. Sekarang gue sedih aja guys karena di hampir 3 tahun ini gue udah menutup diri, dia maksain buat masuk padahal udah gue tolak, bodohnya saat maksain lagi gue terima dan gue yakin seyakin yakinnya karena emang yakinin. Karena emang gue satu satunya cewe yang dia seriusi in form pacaran selama kuliah. Harap maklum ya kalau tulisan ini agak harsh atau cheesy banget. Gue lagi patah hati soalnya. Gue kecewaa:”) hehew.
Share:

Kamis, 25 Oktober 2018

Pertemuan


"Kita saling terkait dengan cara-cara yang sulit kita pahami. Pertemuan kita dengan seseorang. Perasaan kita terhadap seseorang. Kehilangan kita atas seseorang. Bahkan untuk hal-hal di luar pertemuan, tidak saling kenal tapi membaca tulisan-tulisannya. Hidupmu berubah. Selalu ada kaitan yang mungkin baru akan kita pahami nanti, entah kapan. Barangkali, hanya bisa didapatkan oleh mereka yang bersedia untuk merenungi hikmahnya. Menyerap kesedihan dan kebahagiaan sebagai bagian dari proses hidup. Entahlah, apakah kamu pernah menghitung berapa banyak manusia yang kamu temui secara sengaja maupun tidak selama satu hari? Di begitu banyak warung, di masjid, dimanapun. Kamu tidak mengenal mereka. tapi berpapasannya kamu dengannya hari itu telah mengubah hidupmu, mungkin saja hidupnya..."- Kurniawan Gunadi
Share:

Jumat, 21 September 2018

49 days of change.

Entah, gue lupa kapan terakhir gue nulis sebelum tidur. yang jelas bukan setahun yang lalu, bukan juga dua tahun yang lalu.. kali aja bertahun-tahun yang lalu. yes.. he brings me back, he brings me to the old winda. to the purest winda i have ever been. sebelum kita terlalu jauh gue pengen curcol dikit bisa kali ya?ehehehe

Dibanding sedih, gue lebih banyak senyum saat mutusin sebuah keputusan yang harusnya buat gue nangis beribu ribu ember. kalau ditanya nangis?nassami gue nangis seharian full. tapi entah kenapa gue merasa lega, karena gue merasa sedang jatuh cinta pada seseorang yang ga salah. gue literally merasa dewasa at the same time, dan kalau ada kata yang paling tepat buat jelasin ini mungkin, a damn cliche.

Gue jadi penasaran sama rencana Allah ke depan.. at least for 2,3, or even 4 years ahead (paling lama y). On my last jatuh cinta gue juga udah ngerasa klik banget dan udah saling tau luar dalam, kadang wajahnya merasa mirip eh tapi dijauhin juga. gue pikir setelah ini gue gabakal dan gapernah bisa jatuh cinta sama orang baru, no matter how many times i have tried. tapi ternyata gue salah. accidentally we met, kita disatukan di bawah satu atap untuk 49 hari, kalau kata orang ini cuma cinta lokasi... kata siapa? bukannya kalau jatuh cinta kita selalu punya variabel lokasi, kondisi, dan situasi, kan?

At some views gue merasa mirip, 75% mirip dari segi kepribadian, sifat, included wajah juga wkwk. pede amat gue. tapi as we grow up, kadang kita gamau berekspektasi berlebihan soal jodoh. asal klik yaudah dia aja. sesederhana itu, tapi prosesnya yang ribet. intinya.. ini jatuh cinta paling ringan yang pernah gue rasain. gue sadar jugasih dengan begini gue balik lagi ke Allah buat curhat, buat belajar lebih dekat lagi, buat masrahin segala keputusan di tanganNya. gue percaya masih banyak hal-hal baik yang bisa gue lakuin ke depan. termasuk dia juga. Instead to choose crying, gue lebih milih senyum dan berterima kasih kepada Allah karena udah baik banget pertemuin gue dengan sua, my adorable man, whom id always admire..alhamdulillah^^
Share:

Minggu, 16 September 2018

49 days of joy

Setelah gue gagal berkali kali dalam relationships, after a huge heartbreak yang pernah gue alamin, dan juga one trial opening a heart for someone new tapi ternyata failed juga, somebody has successfully breaking the walls through. Sebut saja namanya Sua.

I literally fall for him. gatau sejak kapan, tapi kita kenalnya pas kkn. hal yang paling gue inget soal dia, mungkin pas pertama kali gue ngasih laporan (berhubung gue pernah stalk doi bersumber dari list nama tmn kkn) gue rada kaget karena setau gue ni orang brewok gitu, tp habis cukur kumis kali ya, so gue hampir mikir kalau gue salah org. tapi ternyata nggak hehehe.

Gue truly observer, dan pas ketemuan gue observing everyone from head to toe, included suandih. b aja sih, tapi all i knew from that time denger dari cerita orang sih, doi mageran super, well organized, tapi gamer kelas berat. and i actually dont give a hell for that, karena gue tau kordes gue reliable bgt, dan temen2 gue rata rata pada seru... soo jalanin aja kali ya? hehe

First impression gue soal sua, orangnya ngeselin dan bossy. saat itu ketua angkatan gue dateng dan we talked dan gossipped lyke much. kita ngegosip layaknya kereta api depan ketua bemnya, dan depan sua yang lagi asik nonton. berhubung gue yakin si sua dan anci gatau siapa org yang digosippin jd gue spokat aja. eh ternyata.. kordes gue baru pulang nih ya ceritanya, terus gue cerita soal posko dan tiba tiba dia teriak dari luar “aibnya orang itu winda” Okei gue diem stuck luar biasa. terus pas gue mo masuk bcs udah tengah malem dan gue pengen bgt tidur meanwhile gue gasadar kalau ada beberapa tumpukan gelas di luar dan dia tiba tiba kayak ngeselin super bossy bgt “eh angkat itu gelas dulu bawa masuk” Gue mendengus, dan bad impressed.

yang gue inget lagi. it was d-1 gue diajak sebagai sekcam, kita kebetulan setim untuk ngukur tekanan darah orang-orang. tim gue saat itu terdiri dari 4 orang kordes, sua, dan lia orang yang gue percaya mudah bgt untuk diajak kerjasama. yang gue inget lagi, saat itu sua tukaran duduk di samping gue, dan gantian tugas gue nyatat aja.. Dia yang anamnesis alasannya krn gue gabisa bahasa makassar. underestimated bgt ganih? terus yang gue inget lagi saat gue taking pictures, katanya gue having a bad skill dalam taking pictures dan doi nggak. katanya nih ya. gue diajar buat act naturally bareng anak-anak, and it felt so awkward guys!!lyke really. gue orgnya canggung banget sama cowok yang baru gue kenal, apalagi gue disuruh acting meanwhile gue “diperhatiin” in form lagi di foto. rasanya apa ya..

and it comes to the day when i was asked to be his sekcam, dgn beberapa pertimbangan yang gue kasih dia tetep bulat sama keputusannya for asking me to be his sekcam-di tangga posko. kok gue rada flashback ya?hahaha. gue orangnya super seeking for opportunities, jadi gue suka sama hal hal baru, mumpung gue terbiasa sama hal administrasi dan persuratan. at that night, saat rapat kecamatan honestly gue kagum, banget malah, sama sua. karena gue ga nyangka kalau dia emang well organized, karena untuk 2 minggu terakhir yang gue liat orangnya super blusukan dan super nongki. ga betahan di posko. the way how he talks, the way how he tried to communicate, and the way how he organizes me. sejujurnya, selama gue jadi sekretaris gapernah gue diback up sedetail ini. all i know that i was almost independently doing those secretary’s thing all by myself, but with him not at all.

cerita demi cerita, kita chatting dan gue rada rada touched ketika perasaan gue lagi kacau bgt pas monev pkm, tapi dia jadi satu satunya orang yang bales story gue dengan doa. gue pengen nangis hahaha lebay gasih ini guys? yang gue inget lagi it started to be a little awkward saat dia mulai sering manggil nama gue gajelas gitu, atau gue yang starting buat senyum sendiri nyaksiin those stupidity. emang ya kalau mulai falling in love bawaannya rada stupid :( hoiya, rhinitis gue disana sering bgt kambuh karena debu or serangga tertentu yang emg gacocok, but at that time gue merasa diperhatiin as hell. gue orangnya suka suudzon, gasuka baper baper duluan. jadi gue kayak wondering lagi, did he treat me krn gue his sekcam?or as somebody else within his heart, sih?

it comes to the day when everything gets clear. gue merasa falling for him, sejak dia bela belain pulang (padahal orangnya suka nongki loh ya) saat gue masak besar sendirian untuk posko. gue terharu bgt. walopun at the end dia ngeselin banget karena giving a score buat masakan gue 8.5 (which gue udah senyam senyum sendiri pada saat nyuci piring) dari 100. kampret dah.

Gue inget lagi saat proker gue, dia jadi satu-satunya orang yang stay di belakang gue dari awal sampe akhir. Or pada saat proker dia jalan juga. or saat gue buatin dia pop mie or bukain dia pintu tengah malem saat dia telat pulang. or saat dia semangatin gue saat gue jadi mc di seminar evaluasi 1. every little thing. Gue inget saat rapat kecamatan di dapur, only 2 of us. where the butterflies flied hard within my stomach. i couldnt stop smiling seeing his jokes, or his smiling faces. gue inget lagi saat rapat kecamatan selanjutnya dia ngerjain gue super, karena rapat kecamatannya super lama. tapi yang gue senengin gue spending time bareng dia dan temen2 gue at the end of my 19. which gue starting my early 20 dgn mereka juga. dia surprise gue dan we took our first pict together.

Gue inget lagi saat lagi sibuk sibuknya persiapan acara kecamatan. acara terakhir kecamatan, dimana gue baper karena kkn udah mau berakhir, dan gue takut perasaan ini hanya sebatas takalar aja. ga lebih. gue mulai ngatur diri dan perasaan, dimana gue galau banget dan berusaha ngejauh. gue inget saat kita semobil pertama kali berdua. lagi sibuk ngurusin surat. lagi sibuk jahilin satu sama lain (krn orgnya super ngeselin emg si) and on that day where acara kecamatan started.

Di acara kecamatan, gue udah bertekad gue harus proffesional, ada tidaknya perasaan gue harus dampingin dia sampe selesai terlepas keinginan gue untuk ngejauh. he asked me untuk buatin dia kata sambutan, dan gue hanya bisa bantu dia dgn mental support dan obviously doa gue, biar dia sehat ga stress dan semuanya berjalan dengan lancar. Gue inget bgt a small talk between us, kita duduk sampingan saat itu sambil nunggu acara kecamatan jalan, tentang soal trip esok hari, yang katanya dia capek bgt gamau ikut dan gue rada kecewa. dan masih jelas juga di ingatan gue saat dia bawain sambutan, where i was so proud to see him standing on the stage, after all acara kecamatan(s)that he had successfully made, dan dia nyanyi di depan beberapa orang yang tersisa at the end of acara kecamatan.. ditemenin sama langit panyangkalang yang bintangnya banyak banget. kok gue almost in tears ya nulis ini hahahaha.

Gue inget lagi saat trip ke bulukumba saat kita semobil, gue stay awake di jalan pulang karena gue takut dia ngantuk or kecapean saat nyetir. all i know saat itu gue nyebarin virus indie because he couldnt stop listening to fourtwnty's. Gue keinget lagi saat kita lomba buat baca novel terus taruhan hihi. Or soal Thai tea dan pocky, our beloved snacks, gue inget lagi saat gimana dia yakinin gue lewat temen gue yang buat semua ketakutan gue hilang. Gue inget saat gue ngambek di hari terakhir karena sua yang gabisa realistis nyuruh gue soal secretary’s things. at the end dia ngeback up gue, ngebujuk gue sampe naik ke atas dan berhasil buat hati gue luluh. i love the way he tried to calm me down. i love him too.

dan kita jadian dengan cara yang paling gue suka. sederhana, tapi gapernah failed buat gue senyum. walaupun gue ngasih ekspresi yang flat banget wkwk. dia bolos kondangan-masih pake batik kondangan-minjem mobil orang-dan bohong katanya mau kembaliin barang tapi super lama bgt nyampenya. jahil kan guys?!! hehehe


dengan sua, gue belajar banyak hal. gue belajar bagaimana nyelesain hal secara terstruktur, i thought i was organized well, but he was more than that. gue belajar bagaimana keterbukaan itu penting. gue belajar bagaimana gue pacaran secara dewasa aja, dimana kepercayaan nomer satu, dimana kita gaperlu chatting 24/7, cukup tau posisi aja it was enough. dengan sua gue merasa punya sahabat yang connecting me all the way, dari segi pemikiran, jokes, kesukaan, dan maybe perasaan? gue suka cara sua ngademin gue, beri gue pandangan, i feel like i am being just me. gue gamalu touch up depan dia, talking about everything crossing my mind, gue merasa jadi completely winda yang periang, gue merasa jadi seorang winda yang berbeda. my past 3 years self. my truest self.

Setiap hari gue merasa jadi orang yang paling bahagia di pikiran dan di kampus. Gue ketemu motivasi dimana gue pengen buat dia bangga. gue ketemu motivasi dimana gue pengen buat dia bahagia. I completely in love with every little thing about him. walaupun skrg ada hal yang gabisa gue jelasin disini and yes it was truly making me sad. but thankyou for coming. I was hypnotized to be with you since once upon a time, and realizing that i was still hypnotized till the day it happened-wishing it till now and then.
Share:

Senin, 07 Mei 2018

Kendali

Dalam hidup, manusia berkuasa dan dikuasai oleh 2 hal.. yakni sesuatu yang dalam kendali dan di luar kendali diri kita. Hanya karena sesuatu sudah ditetapkan, bukan berarti kita tidak dapat merubah nasib.

Seperti, usaha. Sesuatu yang bisa dilakukan hingga melampaui batas. Namun di satu sisi ia berdampingan dengan hal yang tidak dapat dikendalikan, yakni; hasil. Tidak jarang kita sering diuji dengan usaha dan doa yang telah kita panjatkan, namun ternyata hasil yang kita dapatkan tidak begitu memuaskan, tanpa sadar hasil merupakan sesuatu di luar kendali diri manusia sendiri.
Jangan kira, sesuatu di luar kendali kita tidak dapat kita kendalikan. Layaknya siang dan malam, keduanya adalah 2 hal yang berjalan beriringan. Pada satu titik ketika takdir menghampiri kita, baik atau buruk, maka pikiran dan perasaan merupakan variabel kendali pada titik yang tidak dapat kita kendalikan.
Barangkali, satu dua diantara kita sedang diuji sedemikian rupa. Perihal rezeki, perihal jodoh, perihal cita-cita, perihal usaha yang kerapkali tidak memperlihatkan hasil. Barangkali, satu dua diantara kita ada yang ingin menyerah, namun ada yang berhenti sejenak untuk melompat lebih jauh. Semoga kita masih merupakan golongan hamba yang senantiasa bersyukur dan bekerja keras. Barakallahu fiik.




[SEBAIKNYA BACANYA JANGAN DITERUSIN]

WKWKWK

SERIUS AMAT BACANYA.

Jadi gue habis baca divortiare dan twivortiare dari ika natassa. As always, im drowning with the character. Gue baca 2 buku kurang dari 2 hari..sampe begadang. Belajar aja ngga segininya:’) hh jadi pengen punya suami kayak beno. dokter bedah yang kaku tapi gemesin banget!!walopun ternyataaaaaaaaaaa aa ga bisa gue jelasin. Intinya cool bgt tapi dalamnya spoiled, unpredictable tapi apaya.. si beno pengen punya 4 anak, tapi sekalinya liat istri lahiran pertama udah ngga tega lol. lucu bgt lucu bgt seriusaan pokonya!!hft. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘alaa ali Muhammad. Hehehe

Mungkin favorite part gue adalah ketika doi bacain doa nabi zakariya ke perut istrinya karena tak kunjung dikaruniai buah hati. Jujur gue sedih bgt lol. Dan most favorite part, terfavo sepanjang masa, ketika doi selalu baca surah al-anbiya 89 dalam shalatnya. “yaa Tuhanku,, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri. Dan Engkaulah pewaris yang paling baik” asli gue sedih. DAN TAUGAK TAMBAHANNYA APAAN? “yaaAllah kalau bisa jadikanlah yang menemani saya itu Alexandra, mantan istri sayaa” GUE RASANYA PENGEN GIGIT BANTAL SAMPAI RONYOK:(

Overall gue masih merasa novel ini agak vul..gitu. yacuma gabisa dipungkiri nilai islamnya juga dapet. Yakali guenya aja mungkin yang merasa belum cukup umur untuk baca novel ini, tapi seriusan bagus kok hahaha

Share:

Rabu, 02 Mei 2018