Kamis, 30 November 2017

Cari Aku

Jika suatu saat tidak kau temukan kata kita dalam sajak-sajak tua ini,
cari aku di sisa-sisa ingatanmu yang menguap karena jarak.
cari aku di gumaman orang-orang banyak.
cari saja aku pada setiap titik yang diselubungi koma.

Cari aku pada setiap ruang-ruang kosong di awal sajak ini.
Cari aku pada deburan tawa yang telah dikubur oleh lautan.
Cari aku di sela-sela suara doa yang menjuntang menghantuimu setiap hari, barangkali itu titah suaraku yang terpendam bertahun-tahun.

Bungkam saja rindumu, Usah kau cari aku.

#Moodmalam-malam


Share:

Sabtu, 18 November 2017

History repeats,

Today i was having a big heart attack, but this feels like repetitive condition. It was exactly the same date when i felt i supposed to win on a competition but right on the same date it happened, just like history repeats (ttg idealisme dan kawanannya)
Berangkat dari latar belakang, karya tulis pertama gue yang tembus adalah tulisan ke 4 yang gue submit. Selepas dari itu, karya tulis ke 6 gue tembus sampai tahap 3 (gue cukup bangga karena ini program dikti, dan dari 4ribu proposal yang disubmit, gue masuk 400 besar se nasional), dan butuh so much effort buat arrive disini. Gue tembus jadi finalis (lagi) di tulisan ke 10, mengenai literature review or sebuah gagasan dimana gue introducing sebuah metode untuk meregenerasi gigi dengan memanipulasi pergerakan sel (jadi gigi lo kalau lubang bisa tumbuh lagi kalau pakai bahan ini) namanya litrev tentu penelitian orang lain ya kan, tapi tugas gue adalah mereview dan mengkaji sejauh mana keefektifannya.

Tepat tadi siang gue jadi peserta terakhir dengan segala optimisme yang gue bangun. So sure, i do believe everyone paid their attentions to me karena the room was so silent. Gue present ideas dengan 2 anggota gue lainnya dgn sedikit kacau but control-able. Sampai di komentarpun, ada beberapa hal yang memang disoroti namun semuanya dapat aman terkendali. Bahkan tiba saatnya ketika direktur RSGM menanggapi dan bahkan kata-katanya yang keluar yakni “ah...mungkin kita kira sudah jelas siapa nilainya yang bagus kayaknya ini, ya prof” hati gue sedikit tersenyum dan gue sok sok tenang saat di depan. Sampai turun ke arah peserta, gue bahagia.

Namun ternyata saat pengumuman, semua bergeser dari ekspektasi. Gue coba sok bahagia dengan salaman dengan delegasi yang menang, tapi temen2 panitia mereka seolah baca hati gue. Hhhh kalau bisa gue nangis di tempat gue nangis wkwkwk, lemah ya K yang gakalah sedih saat gue jabat tangan sama direktur rumah sakit, dan beliau seketika berhenti dan senyum ke gue “tadi bagus banget loh. Oke banget” gue hanya tersenyum sedih *ahahaha* dan juga langsung membalas dgn jempol juga wkwk. Dan yang paling ga kalah sedih, banyak orang meluk gue dan bilang “tadi keren kok. Tapi mungkin belum rezeki ya” gue gatau lagi harus ngomong apa, subjektifitas dan objektifitas juri itu berbeda-beda. Gue sedih pake banget guys, mungkin gue salah karena gue ga banyak usaha, ga banyak doa, ga inget Allah banyak-banyak. Tapi entah kenapa gue seperti tertampar keras-keras, dan gue kalau sedih pengen ngurung diri.

Gue bukan orang yang suka nyerah, tapi susah loh ya ketika lo udah hancur tapi berusaha ngumpulin serpihan nyawa lo lagi. Gue gatau niat gue yang bergeser atau gimana, padahal gue udah komitmen buat ikut lomba untuk proses upgrading diri (wkwk yakali entar gue jadi peneliti) tapi somehow piala dan money oriented gabisa dihindari.

Winda sedih yaaAllah, Winda minta maaf.
Share:

Kamis, 09 November 2017

Cukup Satu Kejadian (2)

Instead of kejadian-kejadian ghoib, akhir-akhir ini gue lebih sering terlibat dalam kejadian-kejadian emosional. udah lama ya gue gak coba ngelawak dalam blog ini, hidup gue mendadak jadi serba serius di dunia perkuliahan uhumT^T

Entah kenapa gue lumayan sering dibersamakan dalam suatu event yang buat gue deket, tapi semua hal yang terjadi di depan prognosisnya masih questionable. contohnya kemarin gue sempet jadi volunteer sebagai tutor basic learning se-unhas. dan gue dipertemukan sama 40an adik-adik dari semua fakultas yang kemudian dikumpul dalam suatu ruangan untuk menerima materi selama 6 minggu. Gue kenal dan sharing banyak sama dosen-dosen dari fakultas lain yang sempat masuk, dan 3 diantaranya yang paling membekas dosen dari teknik pertambangan, beliau sharing soal s3nya di malaysia, sharing mengenai kehidupan tekniknya, soal agama dan usaha-usaha yang mesti dilakukan dalam hidup. Ada juga bu nursaadah dari sastra inggris yang penyayang dan cerewetnya minta ampun yang buat gue nyaman easily. Lain lagi halnya dengan pak amir dari ekonomi yang kita sama-sama capek nanganin maba yang kemasukan yang bikin gue ngalamin kehidupan supranatural di bawah alam sadar ngelawan kekuatan batin gue *gue ga minta digampar*we got bonded easily.

Gue masih inget ketika gue pertama kalinya lihat dan pegang orang kemasukan secara live!pening gue kalau inget lagi. gue bicara sama jinnya bro!entah karena dia si jin tertarik sama gue atau gimana, gue bujuk jinnya supaya keluar, nanya-nanya motif jin masuk ke tubuh si adek, gue udah kayak kantor polisi aja btwT.T hati gue rasanya pengen nangis ketika liat si adik teriak dan ketawa, terus denger suara ayam berkokok yang bikin gue merinding tiada tara. and since then, setelah 1 jam penyembuhan *ini kesannya gue kayak dukun beranak* si adik...jadi deket sama gue walopun gue kadang rasa merinding gue ga bisa hilang:|

Lain lagi ceritanya ketika gue jadi LO untuk universitas lain. gue jadi deket sama anak untad, mas barok dari its, ulfa dari ugm, dan trio elmumu dari UNS. Gue sharing soal kehidupan gue dan mereka juga sharing soal kehidupan mereka yang buat gue seeing another's perspective. I adore them much. gue inget bgt saat si mutia yang gapernah nyusahin, yang baik baik banget, yang selalu bahagia everywhere everytime 24/7 lompat kegirangan dan meluk gue saat di pantai losari. "mbak aku seneng loh kesini, ini pertama kalinya aku keluar pulau jawa!" entah kenapa gue tanggapin dengan sangat emosional juga, which means gue turut berbahagia karena ikutan seneng bisa beri kebahagiaan di orang-orang banyak.

Belum lagi untad yang nyusahinnya minta ampun. Otherwise mereka jadi kakak yang baik buat gue, delegasi paling rempong dan banyak maunya tapi caringnya kebangetan juga. Gue minta tissue dan beli apapun mau wkwkwk, mereka main and being so nambongo ketika lagi di rotterdam dan akhirnya gue kalah taruhan dan harus traktir cotoT---T kempes dompet gue. Oh iya, mas barok dari its yang malem-malem kesakitan karena sakit gigi. Gue nyaranin beberapa obat, dan dia sempet curhat selalu sikat gigi dan kumur betadine. Kita sharing soal keilmuan kita masing-masing, dan orangnya super seru hahahaha. gue masih inget ketika di rotterdam masnya bilang "kak windaa.. dokter ga boleh takut panas loh. panas kan sehat" yaudah si mas barok lanjut berantem lagi sama anak untad.

Beberapa julukan seperti duo serigala, miyabi syariah, tante heboh kita lemparin satu sama lain. makan bareng, tidurnya juga hampir bareng, daan di waktu pulang mereka pada ajarin gue lagi rabi apaan gitu namanya. yang buat gue terkesan bego-_-' gue seneng loh guys, sekaligus baper juga apalagi pada saat perpisahan gue hampir nangis, kita pelukan bareng, dan diiringi sama lagu dari the rain-jabat erat. L-E-N-G-K-A-P!
Share:

Sabtu, 04 November 2017

Wondering

Sejak kecil gue hanya punya satu cita-cita yakni Jadi orang baik. Titik, ga pake koma. Gue bercita-cita seperti itu karena gue dibesarin di lingkungan yang gak seideal bagaimana paradigma pemikiran gue dibentuk. Entah kenapa kriteria idealisme gue terlampau sempurna, sehingga gue cepat kecewa ketika segala hal gak sesuai ekspektasi gue. gue masih inget ketika gue bilang sama ibu saat berumur 5 tahun, "ibu saya mau jadi pembantu saja kalau besar. bantu bantu orang" dan ibu gue seketika langsung marah dan gue balesnya nyengir doang.

No one's immune from life's tragic tragedy.
Masih jelas di ingatan gue saat gue kecil rumah gue dilemparin batu sama tetangga yang buat semua kaca jendela rumah gue pecah. Gue masih ingat bener saat ayah selesai dari jabatannya karena permainan politik keluarga gue sendiri. Gue masih inget ketika tante gue marah besar hanya karena gue komentarin bajunya yang kusam. Gue inget kok, saat gue kecelakaan di tengah pandangan gue yang berkunang-kunang.. dalam keadaan setengah sadar malam itu gue minta maaf ke om yang gue tabrak meski gue yang apa apa, mereka gak kenapa kenapa. Gue masih inget segala naik turun yang dialami keluarga gue, bahkan sampai gue berdiri di titik ini.

Gue suka heran sama people nowadays yang bersikap rude tanpa perasaan. yang gak merhatiin kata-kata sebelum mereka bicara. yang selalu marah tanpa minta penjelasan terlebih dahulu, yang selalu merasa sok benar, yang selalu mau jatuhin orang padahal derajat mereka gak bakalan otomatis jadi naik kalau jatuhin orang, yang gak pernah berusaha nutupin kekurangan satu sama lain, yang selalu mencaci kekurangan orang.. bahkan gue selalu wonder kenapasih orang-orang ga selalu menitikberatkan kekurangan orang secara fisik misalnya,padahal mereka gak pernah bisa ngatur hal sekompleks itu. misalnya, ketika orang punya rambut keriting, badan gempal, kulit hitam, mereka ga sadar meski dalam bentuk seperti itu, nyatanya itu anugerah bagi sebagian orang.

Sampai detik ini, sifat peragu dalam diri gue masih melekat erat. Seperti yang gue bilang sebelumnya, gue ga pernah percaya orang sampe detik ini. Even my own self. dan gue jamin ga pernah ada orang yang tau gue secara mendetail, even kedua orang tua gue. makanya mungkin suatu saat nanti gue pengen punya psychologist pribadi yang nulis segala catatan hidup gue, biar orang bisa banyak banyak belajar *emang gue siapa:")wkwk*

Nah inti dari entri gue sebenernya disini. di kehidupan kampus gue berusaha bersifat ideal, dengan berusaha gakbaper dengan keadaan, dengan bersikap baik, bersifat sebagai a healer, someone who could  be counted, when you need help. Tapi di satu sisi, gue takut... gue justru dimanfaatin sama orang-orang. just like, minta jawaban. hal sekecil itu tapi gue gapernah ngeluh saat mereka minta jawaban, for these past 5 semesters that i have been passed, i wonder if they would do the same to me someday. Disini gue ga bicara soal cost fallacy seperti kata buku the art of thinking clearly. tapi gue gak pernah coba dan gak niat buat nyoba, atau ngetes those people. gue masih terlalu takut untuk menggantungkan harap di orang-orang, karena gue yakin mereka ga bakalan lakukan hal yang sama ke gue. Justru for some people yang gue jarang berinteraksi, gue bisa screen mereka bakalan tulus bantuin gue apa adanya. sekian curcol gue siang ini, makasih udah bacaa wkwkwk
Share:

Rabu, 01 November 2017

Cukup Satu Kejadian

Hellooooo fuhfuh akhirnya gue balik lagi.. jadi akhir akhir ini gue sibuk super duper elah. Sebulan kemarin, senin-minggu, bohong kalau gue gak pulang di bawah jam enam sore. Malahan kemarin gue sempat pulang jam 1 subuh, jam 8 nya balik lagi selama 3 hari berturut-turut dan sekarang gue lagi dikejar deadline hummT-T ngeluh mulu nih

Hmmm!jadi, kemarin gue balik lagi ke ukm setelah sebelumnya gue sempat vakum. di event besar kemarin gue sempat baper, jujur gue juga sempat sedih.. ya karena bertemu seseorang tapi kok rasanya hampa. Cielah. aktifnya gue kembali ke ukm bukan karena alasan spesifik kok, lebih ke karena gue merasa masih less-contributive. Gue masih inget bener cerita ke kalian melalui blog ini dengan menggebu-gebu, perjuangin buat masuk ukm yang gue idem-idemin sejak dari maba. tapi kok ternyata, pas udah masuk gue lepasin gitu aja, im so far from that way, that prinsip btw hehehe.

Gue orang yang bukan easily lepasin sesuatu yang udah gue pegang kuat. dan kali ini gue jadi LO, awalnya gue pegang ipb, eh ternyata si doi ngundurin diri dan ujung ujungnya gue dapetnya untad juga hahahaha aduh maafin gue jayus. nah pas hari H agak awkward gitu...dan pas hari kedua, ternyata LO yang lain banyak yang gak dateng dan gue yang masih merasa asing, hanya karena memegang teguh tanggung jawab gue maksa diri gue yang super gaknyaman sama some people, apalagi people yang cerewet tapi istilahnya "dia diaji saja", jujur gue ga sanggup tapi disanggupin.

pas istirahat... entah kenapa gue punya naluri pengen nyapa anak UNS yang lagi sendirian gak ada LO. sebelumnya mereka sempat nitip makanan mereka karena mau nunda makan dulu katanya, lagi nahan gugup mau presentasi. Eh ternyata... pas gue sapa mereka super duper seru banget, anak ekonomi, dan semuanya adalah perempuan yang bisa gue jamin agamanya, adorable in their ways. Diantara mereka bertiga, gue paling deket sama mutia bcs doi orangnya extrovert bgt dan suka ngelawak. Baik dan super welcome bgt yang bikin gue seketika merasa nyaman sama orang baru, dan juga ada mbak mufidah sama el, baik juga koooook!<3

Keesokan harinya gue field-trip dan dampingin anak untad yang rempongnya minta ampun. semuanya anak daerah, bukan asli palu sih tapi apa ya..kamseupay hahahaha. gue merasa bukan lagi jadi LO tapi mereka yang lagi LO-in gue karena mereka delegasi yang super rempong dan banyak maunya, paling cerewet... eh tapi caring banget deng! maybe karena gue lebih adik kali ya. entah kenapa setiap kali gue capek ga pengen dateng, gue selalu keinget sama mereka lagi. ibu dan ayah selalu ngajarin gue untuk bersikap agar kita bakalan diinget sama orang.

"lakukan sesuatu yang bikin orang bakalan ingat sama kita" makanya judul entri gue kali ini cukup satu kejadian. Di pantai losari, kita shalat jamaah dan lesehan makan siang bareng di tengah terik yang menyengat. Gue sharing soal kehidupan kampus gue dan mereka juga sharing soal kehidupan kampus mereka di solo dan palu. Rupanya si rombongan uns lagi ngenyam pendidikan d3 disana. Lo ternyata gak bisa judge the book by its cover.. kadang gue pengen nanya sih, kenapa mau ngambil d3, kenapa gak s1. tapi lo diciptakan berbeda-beda untuk dapat menghargai perbedaan itu, bukan melakukan pembedaan, jadi gue bungkam lagi mulut gue:|


Share:

Sabtu, 14 Oktober 2017

13 Oktober 2017

Nampaknya gue mulai kehabisan ide buat ngasih judul di entri gue kali ini. gue ngutang banyak hal soal tulisan gue, banyak ide-ide dan curhatan curhatan yang hanya terbatas untuk berkecamuk dalam pikiran tapi belum dapat disampaikan secara layak disini. khusunya ke pad dan ain, my-writing-vibes walopun gue gatau apa arti vibes sampe sekarang:") hahaha

nah! tampaknya gue lumayan seneng kemarin *tampaknya* banyak hal yang buat gue seneng sih. aaand jadi gini, ceritanya gue udah masuk di blok bedah mulut 2 (oromaxillofacial II) kemarin. kalau di bedah mulut 1 gue belajar soal cabut gigi dan jahit menjahit, soal pengobatan dan penanganan pada pasien khusus seperti epilepsi dan trigeminal neuralgia (sindrom sakit seperti terbakar listrik) di blok ini gue diajar hal-hal yang lebih kompleks, seperti tumor, pembedahan abses, jahitan demi jahitan kompleks, sampai materi materi yang pastinya gue masih merasa asing (maklum, baru jalan seminggu)

kebetulan nih ye, temen gue consult gitu soal benjolan pada rahangnya yang terlihat "aneh" ke dok R, spesialis bedah mulut. sontak temen2 gue tentunya kaget dong ya, karena after 2 years kok baru sadar ada sesuatu di rahangnya. dan dokter menyarankan agar si kahfi ini foto panoramik dulu dan wajib membawanya besok saat perkuliahan. nah langsung di hari kedua, saat CSL berlangsung alhamdulillah analisis dokter menyatakan bahwa benjolan pada temen gue tsb bukanlah tumor,melainkan penebalan otot oleh karena keseringan mengunyah 1 sisi. gue yang penasaran juga melihat beberapa temen yang sok2an check up mengenai rahang mereka yang clicking, gue ikutan maju ke depan. entah apa yang ada di pikiran gue saat itu... gue consult juga dan throwback mengenai kejadian 3 tahun lalu.

awalnya dokter menjawab pertanyaan temen gue dan bilang
"mungkin kamu terlalu banyak makan yang keras. memaksa rahang kamu, yaa contohnya makan gore-gore. tau tidak gore-gore?"

dan dengan pedenya gue jawab "saya tau dok" *senyum selebar mungkin sampe otot gue nyeri*
*gue optimis maksudnya pasti daging yang kayak di palu*

sontak si dokter ngalihin pandangannya ke gue
"iya yang jagung yang sering orang bugis bikin itu kan...."*dia ngangguk yakinin gue* *gue senyum awkward* *ikutan antara pengen ngangguk dan geleng kepala*
.
.
.
*hening*

setelah selesai, gue ancang2 angkat tangan. gue udah siap banget untuk merangkai kata demi kata sedramatis mungkin WKWKWK. pertanyaan tersebut gue buka dengan retorika emosional *BOHAHAHA*

"dok, 3 tahun lalu...saya mengalami kecelakaan hebat"

di awal kalimat, gue merasakan perubahan ekspresi dokter dengan bahasa tubuh yang mulai menseriusi perkataan gue. raut wajahnya sedikit bergerak, artinya respon dari cerita gue berbuah manis.

cerita demi cerita,
"...yang ingin saya tanyakan dok, apakah benjolan dan ketidaksimetrisan wajah pada pipi kanan saya merupakan pertumbuhan dari jaringan parut, cacat pada otot saya atau ini adalah tumor?"

"kalau mata kamu kemarin biru, berarti ada fraktur di 1/3 maksila atas atau tengah"
dan beliau suruh gue menggigit dan membuka mulut

"aman, gak ada deviasi atau pergerakan dari rahang kamu" *gue bernapas lega*
"sempat ct scan kemarin?" beliau lanjutin pertanyaannya.
"dilarang dok sama dokter sarafnya. karena lagi dalam pertumbuhan jaringan otak"
"siapa bilang?kalau kamu kemarin gegar otak ringan, harusnya bisa di ct-scan. itu benar benar not common sense" gue geleng dan berusaha jelasin  gue masih SMA saat itu dan si dokter bener bener ga terima.

akhirnya ya... setelah 3 tahun gue bertanya tanya tentang pipi gue sebelah kanan. mungkin ini alasan Allah menempatkan gue di fkg, biar dapat jawaban yang lebih riil dan lebih puas. dan kalau kalian pengen tau gue harus menjalani pemeriksaan apa selanjutnya?yakni ct scan 3d, untuk pemeriksaan otot dan soft tissue lainnya. but so far dokter berusaha yakinin gue kalau gue bener2 gak apa apa dan diakhir kata....

"oini ndapapa kok. masih tetap terlihat j*n**s* " sontak gue diteriaki seangkatan. hati gue bener2 dibuat geger!!!!!

_________________________________________________________________________________

Mengenai kebahagiaan kedua, kemarin adalah ulang tahun ketua angkatan gue. kebetulan gue dianugerahi angkatan yang bener bener kompak kayak keluarga, yang bisa ngerti gue lebih dari gue sendiri. as always ada surprise buat si ketua, doa doanya bikin sedih lho... "semoga sama sama lulus jadi dokter, dan janganki lupa temanta" gue baper setelah setiap ups and downs yang udah kita lewatin sama sama.

dan kebetulannya lagi... saat praktikum setiap individu diwajibkan membawa telur, tapi ternyata gak kepake. and guess... telurnya diceplok semua di zul, dan parahnya apa(???) semua saling kejar, saling lari buat balas dendam yang buat fkg seperti tawuran. bahkan di depan maba pun kita kejar kejaran kayak anak kecil yang baru lepas dari kandang. i cant ask for more. i am so blessed for today!!Alhamdulillah:)






Share:

Sabtu, 23 September 2017

Selasa, 18 Juli 2017

Kepulangan ketiga

Ini adalah kepulangan ketiga gue pada masa perkuliahan. di kepulangan ketiga ini, something just stepping aside from its normal way.. gue seketika berubah jadi seorang ambivert yang hobinya jalan mulu, walaupun ujung ujungnya gue tetep masih butuh days dimana gue charging my self up, out of people ngurung diri dalam kamar being primitive as what i have always loved to do.

Kalau kata saudara gue @mnfiqrii di salah satu tulisannya, bahwa pulang merupakan keikhlasan yang tidak ikhlas maka hasil diskusi gue bersama saudara ukang dan obhi, gue fix menyimpulkan kalau pulang adalah kenikmatan yang tidak nikmat... karena gue akan selalu ikhlas untuk pulang, tidak peduli berapa nikmat atau tidak nikmat yang gue dapetin saat pulang, gue akan selalu mengalirinya dengan ikhlas lahir batin.

Di kepulangan ketiga ini, gue merasa lebih meresapi makna kepulangan. Its such a breath of relief oc yak.. Tapi, kata orang sebelum memaknai apa itu pulang, kita harus tau dulu alasan mengapa kita pergi.. #TSSSAgh

Tetapi lantas,
apakah setiap orang benar-benar tau kemana ia pergi?

Mengenai nikmat kepulangan, akan tetap sama. Tentang semilir angin berhembus tidak peduli seberapa teriknya matahari, atau juga udara segar selepas subuh dan aroma asin laut yang begitu khas. Disitulah ingatan gue mungkin akan selalu tinggal, khususnya bagi gue yang menghabiskan hampir seluruh kehidupan gue deket laut. Sayangnya, bukan ini yang selalu buat gue nangis ketika balik lagi untuk merantau, melainkan nikmat yang enggak lo dapetin ketika lo ngerantau; nikmat mencium tangan kedua orang tua lo di 5 waktu. Sebuah nikmat yang selayaknya ga boleh dilewatkan menurut gue. Sounds melanholic tapi inisih yang bikin gue sedih berkepanjangan. What if and another if...

Jika tadi adalah nikmat primer yang bisa gue maknai dari kata pulang, maka nikmat sekundernya adalah gue lagi lagi diburu hutang untuk berkontemplasi sehingga melahirkan entri ini.awalnya gue begitu seneng luar biasa, ada perasaan yang gue gatau ini apa... ketika gue bahagia ngelihat kehidupan temen temen gue yang perlahan mulai berubah, satu per satu. Moment dimana finally lo bisa respek sama orang dengan pilihan hidupnya masing masing.

Sederhananya, pulang kali ini bakal buat gue selalu inget ketika fandy jemput untuk tarwih bareng dan naskun malam bareng, gue bakal inget saat GRD38 ke padang jese, berkontemplasi, clarifying whats left unsaid *apasih serta mengajari satu sama lain untuk ikhlas mengenai apa apa saja yang sudah terjadi di belakang, ditemani dengan dinginnya udara pegunungan serta kerlap kerlip kota palu dari atas yang menurut gue, ga ada tandingannya bro. Gue bakal inget ketika cowok grd yang kali ini hampir keseringan untuk menjadikan rumah gue sebagai sekret. baik main ps, tempat cerita, atau hanya sekedar main keyboard hingga ibu gue kewalahan melayani tamu yang kata ibu, "buatkan kamar saja satu" alih alih ga perlu repot untuk selalu pulang jam 12 malam. Atau saat stavolt and the gank bertamu saat lebaran dari sore sampe malem, dan dalam kurun waktu tersebut hanya bahas soal "definisi bahagia" yang sebenernya ga berujung, dengan jendral sebagai pemateri. Gue bakal inget ketika gue having trip bersama GRD ke pusat laut. Those magnetic-views. Atau iki dan perky yang suka jemput tiba tiba kalau malam. July party and that-back to high school-theme, kegilaan setelah 2 tahun gapake baju SMA, ya kemudian dipake lagi. alhasil wajah kita ternyata ga berubah, teteup sama kang, neng.

Atau juga kisah anjasmara gue yang kalut naik turun BHAHAHAK. Or gue mendadak deket sama orang as a bestfriend. Or lagi orang-orang yang dulunya-gue-jarang-diajak-jalan kembali diajak jalan, even if i already been here guys. That was only making me missing them so much more. I feel loved, you know.

Atau juga, nayla yang sekarang tingginya udah kayak pohon kelapa aja, yang selalu dibubuhi kata "assalamualaikum, sorry ee" di setiap langkahnya, dan anak kecil ini malahan gamau tidur kalau dia belum dimaafin. Atau juga ingatan gue yang selalu tertuju pada keluarga gue yang setiba-tibanya hampir tiap hari jalan ke rumah. Teduhnya laut dan langit di citraland. Raut wajah penuh tawa bahagia ketika ibu dan tante gue-duo-gendut who were trying to push mobil-mobilan di citraland but failed, ended up of laughing out loud. Kesibukan 2 kakak sepupu gue yang mau nikah di akhir tahun, Atau perihnya kisah putri.. when she accidentally figured it out that dia adalah anak angkat di masa labilnya, and it hurts our big family like so much. Atau juga setiap tawa bercampur rasa takut yang gue dapetin ketika satu keluarga besar gue sempit sempitan naik perahu yang besarnya kayu perahu titanic (emangada), atau juga soal kamu. #lahapanih

Soal Ketidaknikmatan
Pulang dan tidak nikmat nyatanya 2 hal yang menuai paksa ketika dibersamakan. Tidak nikmat di kepulangan kali ini... mungkin hanya soal terror organisasi, lebih tepatnya tanggung jawab di tanah rantau. Tidak nikmat yang seringkali disebut tidak ikhlas oleh teman gue, dari sebuah kepulangan yakni ketika dihujam pertanyaan kapan lulus? atau juga soal jodoh jodohan atau soal lamar lamaran yang datangnya udah kayak orang demo aja. yang pengen gue sampein sih, mimpi dan karir gue masih panjang. ehehehe

Sampailah kita di akhir entri guys. Sebenernya, apa yang gue cari dari sebuah kepulangan, udah gue dapetin. Gue juga mau berterima kasih ke elo, karena selayaknya gue udah dapt jawaban dari kesabaran yang udah gue jalanin. Justru gue sekarang lagi bingung..apakah dengan banyaknya kenangan yang gue tumpat di kepulangan ini, lantas menjadikan gue lebih kuat atau lebih lemah ketika balik ke tanah rantau nanti... semoga saja jawabannya adalah apa yang gue butuhin, bukan sekedar apa yang gue inginkan. :)
Share: